KAPOL.ID — Dinamika kontestasi kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat kian menghangat.
Sekretaris PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan, menggelar konsolidasi organisasi di Sekretariat PWI Cabang Sumedang, Jalan Anggrek No. 95, Kamis (6/8/2026).
Lawatan strategis ini dilancarkan guna mempererat simpul silaturahmi sekaligus membedah cetak biru kepemimpinannya menjelang Konferensi Provinsi (Konprov) yang dijadwalkan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Di hadapan jajaran pengurus dan anggota PWI Sumedang, Tantan secara transparan membedah lima pilar program unggulan yang menjadi poros keikutsertaannya dalam bursa calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031.
“Menjelang bergulirnya Konferensi PWI Jabar yang kian dekat, momentum ini saya manfaatkan untuk menggalang pemikiran dan menyosialisasikan visi strategis kepada rekan-rekan di Sumedang,” tegas Tantan.
Mandat Daerah dan Jejak Historis Profesi
Tantan menggarisbawahi bahwa langkah politik organisasinya murni digerakkan oleh arus aspirasi dari daerah, bukan dorongan ambisi pribadi.
“Pengabdian ini tidak bertumpu pada hasrat personal. Setelah melalui dialektika yang mendalam bersama rekan-rekan di daerah, muncul desakan kolektif agar saya mengambil peran langsung dalam mentransformasi PWI Jawa Barat. Respons atas amanah itulah yang memantapkan langkah saya,” tuturnya.
Langkah konsolidasi ini berkelanjutan dari akar historis karier kewartawanannya.
Mengawali kiprah jurnalistik di Cirebon selama tujuh tahun, Tantan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan wilayah tersebut. Latar belakang itu yang melandasi keputusannya mengawali rangkaian road show di Kota Cirebon sebelum merambah ke Sumedang dan kabupaten/kota lainnya.
Ia menambahkan, tata kelola organisasi yang visioner mustahil berjalan secara parsial. Keberhasilan seluruh agenda strategis menuntut sinergi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan PWI se-Jawa Barat.
Oleh sebab itu, ia memilih berdialog langsung di tingkat basis guna menguji rasionalitas gagasannya sekaligus menyerap rekam aspirasi dari bawah.
Lima Pilar Agenda Strategis
Menjawab disrupsi lanskap media modern, Tantan menawarkan lima agenda prioritas:
Mentransformasi kapasitas jurnalis agar tak sekadar piawai dalam narasi teks, tetapi juga andal memproduksi konten visual, audio-video, serta mengadaptasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara terukur dengan tetap menempatkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai koridor utama.
Mengubah paradigma kantor sekretariat PWI dari sekadar pusat administrasi prosedural menjadi ekosistem kreatif yang hidup, wadah diskusi interaktif, inkubasi ide, pelatihan teknis, serta kolaborasi lintas disiplin.
Mengakselerasi perluasan jaminan perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh anggota guna memitigasi risiko tinggi yang melekat pada tugas-tugas peliputan di lapangan.
Melanjutkan standarisasi mutu jurnalistik secara masif guna memastikan setiap anggota PWI Jawa Barat memiliki kualifikasi profesional yang diakui secara nasional.
Mengoptimalkan potensi unit usaha organisasi serta membangun jaring kemitraan strategis yang mutualis guna memperkuat kesejahteraan anggota tanpa mencederai independensi pers.
Pertemuan tersebut tidak hanya berlangsung searah, melainkan turut diwarnai dengan penyampaian kritik konstruktif dan aspirasi dari pengurus daerah.
Menanggapi hal tersebut, Tantan berkomitmen untuk membenahi struktur tata kelola PWI secara holistik agar terjalin konektivitas yang solid, presisi, dan terintegrasi dari tingkat provinsi hingga ke daerah.***







