KAPOL.ID –
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat. Untuk bersama-sama menjaga Kota Tasikmalaya agar tetap kondusif, tertib, aman, dan damai.
Di tengah dinamika serta berbagai isu nasional yang berkembang. Ajakan tersebut disampaikan oleh Ketua HIPMI Tasikmalaya, Arif Hidayat Putra.
“Berbagai perkembangan nasional yang menjadi perhatian publik harus disikapi secara bijak. Agar tidak menimbulkan keresahan maupun berdampak terhadap stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.”
“Apa pun dinamika nasional yang terjadi, mari kita sikapi dengan kepala dingin dan tetap menjaga persatuan,” ujar Arif, Selasa (25/8/2026).
Ia mengatakan, masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Juga narasi provokatif yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi. Atau terpancing oleh informasi maupun ajakan provokatif di media sosial yang sumbernya tidak jelas.”
“Perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa, tetapi jangan sampai mengganggu persatuan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Menurut Arif, menjaga kondusivitas daerah memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan kepastian baik pelaku usaha, investor, UMKM, pekerja, maupun masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kalau daerah kondusif, kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan baik. Pelaku UMKM bisa berjualan, pengusaha bisa menjalankan usahanya.”
“Investasi bisa tumbuh, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.
HIPMI Kota Tasikmalaya, lanjut Arif, mendorong para pengusaha muda untuk tidak hanya berorientasi pada aktivitas bisnis. Tetapi juga mengambil peran dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.
Anak muda
Menurutnya, anak muda harus mampu menjadi bagian dari solusi dengan menyebarkan informasi yang positif. Verifikasi sebelum membagikan informasi, serta menghindari konten yang dapat memicu konflik.
“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi. Jangan sampai media sosial menjadi ruang untuk memperbesar perbedaan.”
“Justru harus menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun kolaborasi dan memperkuat persatuan,” kata Arif.
Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat tidak memberikan ruang bagi provokasi, hoaks. Maupun tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu aktivitas ekonomi.
“Kota Tasikmalaya adalah rumah kita bersama. Di tengah dinamika nasional, mari kita tetap tenang, jaga persatuan, jaga ekonomi.”
“Dan bersama-sama menciptakan Tasikmalaya yang aman, kondusif dan produktif,” pungkasnya.***












