KAPOL.ID –
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat, pertumbuhan kredit tetap menggeliat di wilayah Priangan Timur. Meski risiko kredit macet (NPL) mengintai dan mendekati ambang 5 persen.
“NPL perbankan Priangan Timur berada di level 4,75 persen. Memang turun 0,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Kepala Kantor OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Jumat (21/8/2026).
Pihaknya mencatat, risiko NPL terbesar berada di wilayah Kota Banjar dengan 8,8 persen. Disusul Kabupaten Sumedang mencapai 5,73 persen dan Kota Tasikmalaya mencapai 4,90 persen.
“Aktivitas perbankan di wilayah Priangan Timur terkonsentrasi di Kota Tasikmalaya, dengan penyaluran kredit per Juni 2026 mencapai Rp 20,62 triliun.”
“Adapun penyaluran kredit tumbuh 3,26 persen menjadi Rp 58,19 triliun se-Priangan Timur. Secara kinerja, perbankan masih bisa tumbuh dengan positif,” kata Nofa.
Ia menjelaskan, kredit konsumsi mendominasi dengan Rp 30,87 triliun atau 53,06 persen. Kredit modal kerja mencapai Rp 19,12 triliun dan kredit investasi Rp 8,20 triliun.
Kredit UMKM mencapai sekitar Rp 33,34 triliun, dimana segmen mikro mendominasi dengan penyaluran Rp 15,70 triliun.
“Banyak faktor, sejumlah kebijakan dan kondisi ekonomi yang turut memengaruhi kemampuan bayar debitur. Ditambah belum pulihnya dampak pandemi covid-19,” ujarnya.
Pihaknya juga melihat perkembangan pergadaian yang semakin diminati masyarakat. Kemudahan akses, proses yang cepat menjadi alternatif pembiayaan, terutama bagi segmen mikro.
Emas
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara menyampaikan tren instrumen investasi baru berupa ETF emas.
ETF emas perdana Indonesia resmi melantai di bursa pada 10 Agustus 2026 dengan lima produk. Dan mulai diperdagangkan dengan mekanisme menyerupai transaksi saham.
“Investasi emas bukan untuk kaya dalam satu malam, tapi untuk menjaga wealth dalam jangka panjang.”
“ETF dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur emas dengan modal yang relatif terjangkau,” katanya.***












