KAPOL.ID — Kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan yang menimpa Sekretaris Pribadi (Sespri) Wakil Bupati Sumedang berinisial RY memantik kegaduhan publik.
Isu ini menjadi sorotan tajam seiring menguatnya rumor yang menyeret keterlibatan istri dan kerabat dekat pejabat daerah tersebut. Gelombang desakan agar aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Sumedang mengambil tindakan tegas pun kian tak terbendung.
Kritik keras salah satunya datang dari Anggota Dewan Nasional Seknas FITRA sekaligus pemerhati publik, Nandang Suherman.
Ia menilai peristiwa yang menimpa RY bukan lagi sekadar dinamika internal ruang kerja, melainkan ancaman serius terhadap integritas serta marwah tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sumedang.
Nandang mendesak jajaran kepolisian untuk bergerak cepat, proaktif, dan transparan dalam mengusut tuntas dugaan tindak pidana tersebut tanpa pandang bulu.
“Dugaan perbuatannya sudah terjadi dan dampaknya menimbulkan isu liar di tengah masyarakat. Pihak kepolisian harus segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, objektif, dan akuntabel,” tegas Nandang saat dikonfirmasi, Kamis (27/8).
Melalui ruang publik grup WhatsApp Informasi Sumedang, Nandang menggarisbawahi bahwa apabila terjadi pembiaran terhadap kasus ini maka berpotensi menjadi rekam jejak kelam bagi kepemimpinan daerah.
“Apabila dugaan penganiayaan dan penyekapan yang melibatkan lingkaran terdekat pejabat tersebut terbukti secara hukum, hal itu akan menjadi preseden buruk yang merusak kredibilitas Pemda,” tambahnya.
Tak hanya mengarahkan sorotan kepada aparat penegak hukum, Nandang juga mendesak Bupati Sumedang untuk tidak bersikap pasif. Evaluasi mendalam dan langkah terukur dinilai krusial guna meredam krisis kepercayaan masyarakat.
“Ini bukan lagi masalah domestik yang bisa diselesaikan di balik pintu tertutup. Peristiwa ini sudah menjadi konsumsi publik dan berpotensi menjadi aib besar bagi Pemkab Sumedang. Bupati harus mengambil kendali kepemimpinan, mengevaluasi jajarannya secara komprehensif, dan menunjukkan ketegasan konkret,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, dinamika di ruang publik terus memanas. Konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait belum menuai jawaban. Masyarakat kini menanti kepastian proses hukum dari pihak kepolisian serta tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang.***












