KANAL

Sinergi LAN RI dan Polri: Inovasi Manajemen Pengaduan Kontinjensi Kombes Pol. Hari Brata Demi Memperkuat Resiliensi Nasional

×

Sinergi LAN RI dan Polri: Inovasi Manajemen Pengaduan Kontinjensi Kombes Pol. Hari Brata Demi Memperkuat Resiliensi Nasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KAPOL.ID — Di tengah dinamika lanskap keamanan global dan domestik yang kian kompleks, ukuran ketahanan suatu bangsa kini bergeser.

Resiliensi nasional tidak lagi sekadar bergantung pada kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di garis depan, melainkan pada sejauh mana institusi negara mampu merespons disrupsi dan situasi darurat secara presisi, terkoordinasi, serta adaptif.

Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) berkolaborasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menginisiasi doktrin kepemimpinan strategis bertajuk Manajemen Pengaduan Kontinjensi Responsif Terintegrasi.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Markas Besar Polri sebagai terobosan krusial untuk merestrukturisasi paradigma pelayanan publik sekaligus memitigasi krisis secara sistemik.

Kombes Pol. Hari Brata menegaskan bahwa sistem ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam memastikan setiap aduan kritis masyarakat dapat direspons dengan cepat tanpa terkendala birokrasi yang berbelit.

“Sistem pengaduan yang terintegrasi dan responsif bukan sekadar saluran aduan, melainkan benteng pertahanan awal dalam menjaga stabilitas dan resiliensi keamanan nasional,” ujar Kombes Pol. Hari Brata, melalui Unggahan video resmi,Jum’at (28/8)

Arsitektur tata kelola baru ini dibangun di atas lima pilar transformasi fundamental yang saling mengunci:

Sistem Peringatan Dini (Early Warning System): Memosisikan aduan masyarakat dan laporan internal sebagai instrumen deteksi dini untuk membaca riak potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebelum berkembang menjadi krisis.

Protokol Kontinjensi Berstandar Khusus: Menyiapkan kerangka kerja operasional krisis yang dapat diaktifkan seketika dalam situasi darurat, melampaui keterbatasan prosedur birokrasi rutin.

Responsivitas Tanpa Sekat (Speed of Action): Menjamin distribusi laporan secara langsung ke unit teknis guna meredam eskalasi konflik di lapangan sejak menit pertama.

Integrasi Lintas Sektor: Mengikis silo effect atau egosentrisme sektoral dengan mengonsolidasikan alur informasi, basis data, serta instansi terkait termasuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah ke dalam satu komando terpadu (Command Centre).

Mewujudkan Resiliensi Bangsa: Membangun kapasitas sistem ketahanan negara yang dinamis melalui absorptive capacity (daya tahan), adaptive capacity (daya adaptasi), dan transformative capacity (daya pulih) menghadapi gelombang ancaman modern.

Keberhasilan implementasi program ini di lapangan dinilai sangat bergantung pada sinergi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.

Melalui konsolidasi yang berkelanjutan, inovasi ini diproyeksikan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus membawa Polri dan institusi terkait menjadi benteng pelindung negara yang modern, terpercaya, dan adaptif. ***