KANAL

Dapat Kucuran APBN Rp739 Juta, SDN Anjatan Utara 2 Indramayu Molek Kembali Lewat Revitalisasi

×

Dapat Kucuran APBN Rp739 Juta, SDN Anjatan Utara 2 Indramayu Molek Kembali Lewat Revitalisasi

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Asa panjang civitas akademika UPTD SDN Anjatan Utara 2 untuk mengenyam fasilitas pendidikan yang layak akhirnya terwujud. Sekolah yang berlokasi di Dusun Babakan, Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu ini resmi menerima kucuran dana Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek rehabilitasi fisik sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Agus Suprihatin, S.Pd., S.D. tersebut sedang berjalan intensif. Pengerjaan pembenahan sarana dan prasarana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 dengan total nilai pagu mencapai Rp 739.686.000.

Proyek perbaikan yang dimulai sejak 7 Agustus 2026 ini digarap secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Pihak sekolah pun optimistis pengerjaan dapat rampung tepat waktu sesuai target kalender kerja.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta Bupati Indramayu, Bapak Lucky Hakim. Insyaallah, kami selaku penerima manfaat berkomitmen menjalankan seluruh proses pembangunan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).

Agus merincikan, alokasi bantuan tersebut difokuskan pada perbaikan total sembilan titik fasilitas penting, meliputi tujuh Ruang Kelas Belajar (RKB), satu ruang guru, dan satu unit toilet. Pembenahan infrastruktur ini diharapkan mampu menunjang efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta mendongkrak kelayakan sarana fisik sekolah.

Menariknya, pelaksanaan pengerjaan yang berbasis swakelola ini turut memantik semangat gotong royong warga setempat. Sejak tahap sosialisasi hingga proses pembongkaran material bangunan lama, para wali murid dan masyarakat sekitar tampak antusias berpartisipasi secara sukarela.

“Seluruh pengerjaan dimaksimalkan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Kami sudah menggelar sosialisasi sebelum proses pembongkaran, dan respons para wali murid sangat luar biasa. Mereka bergotong royong membantu pihak sekolah,” pungkas Agus. (Mansur Kurdi)***