KANAL

Karhutla dan Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah Jabar, BPBD Catat 325 Hektare Lahan Terbakar

×

Karhutla dan Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah Jabar, BPBD Catat 325 Hektare Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan koordinasi penanganan darurat.

Langkah ini ditempuh guna mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah di Jabar.

​Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, menginformasikan bahwa hingga 8 September 2026, pihaknya mencatat sebanyak 193 kejadian karhutla yang tersebar di 121 kecamatan. Total luas lahan yang terbakar akibat musibah tersebut telah mencapai 325,87 hektare.

​Berdasarkan data BPBD Jabar, sebaran luas lahan terbakar paling dominan terjadi di sejumlah daerah. Di antaranya Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, hingga Kabupaten Pangandaran.

​Tidak hanya karhutla, ancaman kekeringan juga masih dirasakan masyarakat. Tercatat sebanyak 205 kecamatan terdampak kekeringan dengan jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih mencapai 215.424 kepala keluarga. Sebagai langkah penanggulangan, BPBD telah mendistribusikan sebanyak 17,69 juta liter air bersih bagi warga terdampak.

​Sementara itu, BNPB melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) mencatat dinamika bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Rabu (9/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan bahwa karhutla, banjir, serta kekeringan masih menjadi atensi serius pemerintah pusat dan daerah.

​Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kepulan asap karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Blok Cileutik, Kecamatan Pasawahan, Desa Singkup, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (7/9/2026).

​BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kendati demikian, kerugian material diperkirakan berdampak pada lahan seluas kurang lebih 40 hektare dan saat ini masih dalam proses pendataan lanjutan.

​Pihak TNGC bersama aparat desa, kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi di lapangan. BPBD Kabupaten Kuningan pun langsung menerjunkan tim asesmen dan penanganan bersama tim gabungan.

​Dalam upaya pemadaman, BPBD Jabar bersama tim gabungan mengerahkan alat penyemprot manual berupa jetshooter serta pemadaman secara manual. Sejumlah kebutuhan mendesak yang sangat diharapkan saat ini meliputi penambahan personel tim penanganan, peralatan pemadaman karhutla yang memadai, serta dukungan logistik.

​Berdasarkan pemetaan pihak TNGC, luas area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 40 hektare. Kondisi terkini hingga Rabu (9/9/2026) menunjukkan tim gabungan masih siaga melakukan pemadaman, penyekatan, hingga proses pendinginan di lokasi kejadian.

​Meski pada pukul 20.00 WIB titik api dilaporkan sudah tidak terlihat, upaya penyekatan dan pendinginan kawasan tetap dilanjutkan guna mengantisipasi kemunculan kembali titik api baru. (JM)