KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Institut Teknologi Bandung (ITB) menerjunkan tim gabungan lintas disiplin ke Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Langkah ini diambil untuk mendampingi warga bangkit dan kembali tangguh pascabencana tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada awal tahun lalu.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pulih Bersama, Tangguh Bersama” ini digelar sepanjang Maret hingga Juni 2026. Fokusnya tidak hanya pada pemulihan fisik, melainkan menyasar sektor psikososial, kesehatan, hingga edukasi kebencanaan.
Ketua Program PKM ITB, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani dari Sekolah Farmasi ITB menegaskan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh. Penguatan psikologis dan mitigasi sejak dini sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.
”Kami menerjunkan kolaborasi lintas fakultas bersama mahasiswa, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Pelayanan Komunitas (DPMK) ITB, jajaran pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga pemuda Karang Taruna untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Prof. Ilma dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Rangkaian aksi kemanusiaan ini sudah dimulai sejak pertengahan Maret 2026 di tengah suasana bulan suci Ramadan. Tim ITByang turut dihadiri Dr. David Sahara dari DPMK ITB dan Prof. Sukrasno dari Sekolah Farmasi ITB menggelar silaturahmi, buka puasa bersama, serta menyerahkan bantuan perlengkapan rumah tangga bagi para pengungsi.
Camat Cisarua, Iwan Mustawan Azis, AP., S.Sos., M.Si., menyambut baik langkah taktis civitas akademika ITB tersebut. Pertemuan ini dimanfaatkan secara efektif untuk mendengar langsung aspirasi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor.
Puncak pendampingan kesehatan kemudian direalisasikan pada Juni 2026 bekerja sama dengan Puskesmas Pasirlangu dan Layanan Kesehatan (Yankes) ITB. Ratusan warga di lokasi pengungsian dan permukiman sementara mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan, serta edukasi penggunaan obat yang aman (Dagusibu) dari jajaran dosen, mahasiswa S1 hingga S3, apoteker, dan tenaga medis.
Selain itu, mengingat Cisarua berada di zona rawan pergerakan tanah di kaki Gunung Burangrang, ITB juga menanamkan budaya sadar bencana (disaster awareness) bagi generasi muda. Pada Mei 2026, tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB memberikan pelatihan mitigasi lewat pendekatan visual yang kreatif kepada para pelajar di SDN Karya Bakti dan MTs Al Amin.
Tak ketinggalan, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Pasirlangu turut mendapat pendampingan khusus. ITB memfasilitasi pelatihan keterampilan serta pemulihan psikososial remaja agar memiliki ketahanan mental dan siap menjadi penggerak aktif penanggulangan bencana di desanya.
Sinergi apik antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan menjadi formula jitu dalam membangun kembali ketangguhan Desa Pasirlangu dari bayang-bayang ancaman bencana alam ke depan. (JM)






