KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Suasana haru dan hangat menyelimuti halaman Mapolresta Bandung di Soreang, Senin (28/9/2026). Estafet kepemimpinan resmi bergeser dari Kombes Pol. Aldi Subartono kepada Kombes Pol. Tri Suhartanto.
Penyambutan pucuk pimpinan anyar ini diwarnai prosesi khidmat. Dua polisi cilik menyambut kedatangan Kombes Tri Suhartanto, dikalungi bunga, diiringi barisan pedang pora, serta alunan seni tradisional Lengser. Sorot mata personel menyimpan penghormatan mendalam di tengah sejuknya udara Soreang.
Kombes Pol. Aldi Subartono, yang selanjutnya akan mengikuti pendidikan Sespimti Polri, memimpin Mapolresta Bandung kurang lebih selama 21 bulan sejak Januari 2025. Di masa kepemimpinannya, sejumlah catatan gemilang ditorehkan.
Mulai dari Anev Kamtibmas yang menempati peringkat pertama se-Polda Jabar pada 2025, penyelesaian perkara hingga Agustus 2026 yang menyentuh angka 92 persen, hingga Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di angka 85,59 persen.
”Rekan-rekan telah menorehkan sejarah. Anev gangguan kamtibmas Polresta Bandung peringkat pertama se-Polda Jawa Barat. Tentu ini capaian dari kerja keras yang rekan-rekan curahkan dan baktikan,” ungkap Aldi saat berpamitan, didampingi barisan pengemudi ojek online (ojol) di luar gerbang yang turut mengantar kepergiannya sebagai bentuk penghormatan.
Sementara itu, bagi Kombes Pol. Tri Suhartanto, atmosfer Bandung bukanlah hal asing. 13 tahun silam, ia pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Bandung. Rekam jejaknya tergolong mentereng, mulai dari penyidik KPK, Kapolres Kotabaru, Wakapolres Metro Jakarta Barat, hingga Kapolres Cimahi.
Di bawah komandonya, Tri mengibaratkan organisasi warisan pendahulunya sebagai pesawat berteknologi autopilot. Tugasnya kini adalah menjaga kestabilan sistem agar terus melaju kencang dalam melayani masyarakat Kabupaten Bandung.
Dalam arahan perdana di hadapan para Kapolsek dan Pejabat Utama, Tri menekankan pentingnya pelayanan humanis. Ia mengingatkan agar kewenangan tidak disalahgunakan untuk merasa lebih tinggi dari masyarakat.
”Jangan pernah sekali-kali kita menyakiti hati masyarakat melalui sikap, perilaku, maupun ucapan yang tidak pantas. Masyarakat datang bukan mencari masalah, melainkan menghadapi masalah. Hadapi dengan kesabaran dan senyum,” tegas Tri.
Ia juga mewanti-wanti anggotanya agar menjauhi segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun—mulai dari narkoba, judi online, miras, hingga jeratan pinjaman online. Integritas, kata dia, adalah harga mati demi menjaga marwah institusi Polri.
Mengusung semangat slogan Kapolda Jabar yaitu JAWARA (Jaga, Amanah, Wibawa, Adaptif, Ramah, Berakhlak), Tri mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati dan ikhlas.
”Mari kita jadikan setiap langkah pengabdian sebagai amal kebaikan. Jadilah polisi yang kehadirannya memberikan rasa aman, perkataannya memberikan ketenangan, dan pelayanannya meninggalkan kebaikan,” pungkasnya. (AM)






