BANDUNG, KAPOL.ID — Sinergi strategis antara insan pers dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi pilar utama dalam memastikan keterbukaan informasi publik serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Lewat jalinan kemitraan yang kuat, penyampaian program kerja pemerintah dapat terselenggara secara utuh dan terintegrasi kepada masyarakat.
Lebih dari seribu wartawan yang tersebar di 22 kabupaten dan kota, serta empat Kelompok Kerja (Pokja) di Bandung dan sekitarnya, menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai mitra strategis Pemprov Jabar.
Kehadiran pers tidak hanya menjadi perpanjangan tangan informasi, tetapi juga sebagai instrumen pengawas independen yang mengawal setiap kebijakan publik.
Melalui kemitraan ini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui secara transparan berbagai capaian pembangunan serta program kerja yang telah dijalankan oleh Gubernur dan jajaran Pemprov Jabar.
Visi besar untuk menata kota dan memakmurkan daerah “kota ditata, lembur diurus”, diyakini akan tercapai lebih sempurna apabila diselaraskan dengan peran aktif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Penyampaian informasi yang utuh, akurat, dan tanpa dipotong-potong menjadi kunci mendasar.
Ketika masyarakat menerima edukasi dan informasi yang jernih, optimisme pembangunan akan tumbuh, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan dan kemakmuran Jawa Barat.
Menjaga Relevansi Pers Pejuang di Era Modern
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan kembali nilai historis dan legitimasi PWI saat hadir dan menyaksikan pengukuhan kepengurusan PWI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Tantan Sulthon.
Ia mengingatkan bahwa PWI lahir dari semangat nasionalisme pada 9 Februari 1946, didirikan oleh para wartawan pejuang yang turut mengawal serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam dinamika sejarahnya, PWI telah melalui berbagai pasang surut dan menjadi saksi bisu perjalanan bangsa. Kini, dengan kekuatan lebih dari 30 ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, tantangan terbesar organisasi adalah menjaga relevansinya di tengah disrupsi dan perubahan lanskap industri media modern.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kehadiran pers yang kredibel justru semakin mendesak dan krusial.
Pers bertanggung jawab memastikan setiap informasi yang beredar terverifikasi dengan benar dan akurat, sehingga mampu menjadi energi positif bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, KDM: Dalam perang (politik), menggiring opini sangat penting dalam meluluh lantahkan lawan, maka kini lahir buzzer.
“Diperlukan, media yang independensi dan wartawan yang objektif. Wartawan PWI, harus rutin pelatihan, agar cerdas objektf dan sejahtera,” pungkasnya. ***












