KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Peran komunikasi radio antar-penduduk terbukti menjadi penyelamat utama di tengah ancaman geografis Kabupaten Tasikmalaya yang rawan bencana dan dikepung kawasan blank spot. Namun, kontribusi vital tersebut dinilai belum sebanding dengan perhatian dan dukungan konkret dari pemerintah daerah.
Sentilan tajam itu mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 21 Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Sabtu (3/10/2026).
Ajang ini menjadi momentum bersejarah yang menandai pemisahan penuh administrasi RAPI Kabupaten Tasikmalaya dari Wilayah Kota Tasikmalaya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Erry Purwanto, M.Si., secara terbuka menyoroti kontrasnya peran strategis RAPI dengan kepedulian pemerintah saat ini.
Menurutnya, RAPI adalah garda terdepan yang teruji secara historis termasuk saat letusan Gunung Galunggung ketika jalur komunikasi konvensional lumpuh total.
Erry menegaskan, keunggulan frekuensi radio RAPI sangat tangguh, bebas kuota, dan tetap mengudara meski jaringan seluler maupun internet padam diterjang bencana.
”Secara historis RAPI sudah membuktikan peran vitalnya. Namun, jujur saja, dukungan pemerintah daerah terhadap RAPI saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan agar organisasi ini bisa berfungsi maksimal. DPRD siap membuka ruang komunikasi agar Pemkab lebih peduli dan memberikan dukungan anggaran maupun operasional yang nyata,” tegas Erry di sela-sela acara Muswil, Sabtu (3/10/2026).
Di sisi lain, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda Kabupaten Tasikmalaya Yayat Suryatna mengakui ketergantungan Pemkab pada RAPI dalam menjangkau wilayah pelosok. Topografi berbukit menjadikan RAPI sebagai benteng mitigasi.
”RAPI bukan sekadar wadah pemilik izin radio, melainkan mitra vital di garis depan. Kabupaten Tasikmalaya memiliki daerah luas yang sulit terjangkau sinyal seluler. Sahabat RAPI hadir sebagai pahlawan komunikasi darurat, kebencanaan, dan pengamanan sosial,” ucap Yayat membacakan sambutan Bupati.
H. Ruri Suwandri Pimpin RAPI Wilayah 21 Secara Aklamasi
Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY), mengonfirmasi bahwa Muswil I ini menjadi tonggak penting transisi dari kepengurusan sementara menuju struktur definitif pascapemekaran wilayah.
Melalui musyawarah yang demokratis, H. Ruri Suwandri (JZ10CFE) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua RAPI Wilayah 21 Kabupaten Tasikmalaya periode mendatang.
”Muswil pertama RAPI Kabupaten Tasikmalaya ini merupakan tindak lanjut pemekaran wilayah antara Kabupaten dan Kota. Alhamdulillah berjalan sukses dan tertib, di mana Bapak Haji Ruri Suwanri terpilih secara aklamasi untuk mengakhiri masa tugas pengurus sementara,” terang Yaya Dachyarna.
Ketua Terpilih RAPI Wilayah 21, Ruri Suwandri, menyatakan kesiapannya untuk merapatkan barisan dan membawa organisasi bergerak lebih progresif.
”Alhamdulillah saya sudah terpilih secara aklamasi dan dilantik pada hari ini, Sabtu 3 Oktober 2026. Insyaallah saya siap mengemban amanah untuk memajukan RAPI di Kabupaten Tasikmalaya Wilayah 21 agar makin solid dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ruri optimistis.
Sementara itu, Ketua RAPI Wilayah 15 Tasikmalaya periode 2008–2013, Asep Gunadi, menyambut positif pemekaran ini sebagai langkah ekspansi yang strategis. Kendati demikian, ia mengingatkan agar pengurus baru membuktikannya lewat karya nyata di lapangan.
”Organisasi itu dinamis. Pemekaran melahirkan RAPI Wilayah 21 Kabupaten Tasikmalaya ini hal yang sangat strategis. Tapi yang paling penting: tunjukkan karya nyata! Tunjukkan peran dan eksistensi RAPI sebagai organisasi sosial yang membidangi komunikasi dalam membantu Pemda, terutama pada situasi tanggap darurat,” ucap Asep.
Ketua Pelaksana Muswil I RAPI Wilayah 21, Didin (JZ10ERB), menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara hingga pelantikan berjalan lancar. Fokus berikutnya adalah menyusun kelengkapan pengurus serta mematangkan program kerja organisasi ke depan.
Dengan terbentuknya kepengurusan definitif ini, RAPI Wilayah 21 Kabupaten Tasikmalaya kini menanti komitmen nyata dari Pemkab Tasikmalaya agar sinergi mitigasi bencana tidak sekadar menjadi retorika di atas panggung musyawarah. (JM)






