KANAL

Agus Nugraha Kembali Pimpin RAPI Kota Tasikmalaya, Fokus Konsolidasi dan Komunikasi Kebencanaan

×

Agus Nugraha Kembali Pimpin RAPI Kota Tasikmalaya, Fokus Konsolidasi dan Komunikasi Kebencanaan

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 15 Kota Tasikmalaya memasuki babak baru pascapemekaran wilayah dengan Kabupaten Tasikmalaya.

Melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) IX yang digelar di RM Saung Baraya, Kecamatan Cipedes, Minggu (4/10/2026), Agus Nugraha (JZ10EML) kembali dipercaya memimpin RAPI Kota Tasikmalaya periode 2026-2030.

Agus terpilih secara aklamasi. Mandat tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal setelah dinamika organisasi yang sempat mengalami pembekuan sebelum pemekaran wilayah.

Di bawah kepemimpinan Agus, RAPI Kota Tasikmalaya diarahkan kembali bergerak dengan fokus pada penguatan organisasi, regenerasi anggota, pembenahan administrasi serta peningkatan peran sosial di tengah masyarakat.

Agus menegaskan, salah satu prioritas kepengurusannya adalah mempermudah proses keanggotaan sekaligus memastikan para pengguna komunikasi radio berada dalam wadah organisasi yang sesuai aturan.

“Fokus utama kami adalah melindungi para pecinta radio melalui kepatuhan aturan organisasi, sekaligus mempermudah akses keanggotaan. Dengan bertambahnya personel, kontribusi RAPI untuk masyarakat Kota Tasikmalaya akan jauh lebih nyata,” kata Agus.

Selain pembenahan internal, RAPI Kota Tasikmalaya juga akan memperkuat peran eksternal sebagai mitra pemerintah dan instansi terkait, khususnya dalam bidang kebencanaan dan komunikasi darurat.

RAPI menempatkan Polres Tasikmalaya Kota dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai mitra strategis dalam memperkuat jaringan komunikasi ketika terjadi kondisi darurat.

Pemerintah Kota Tasikmalaya pun memberikan apresiasi terhadap keberadaan RAPI.

Meneruskan pesan tertulis Wali Kota Tasikmalaya, Asisten Daerah III Maman Rohman menyebut komunikasi radio masih memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi digital.

Terlebih saat terjadi bencana yang berpotensi memutus jaringan komunikasi seluler, radio dapat menjadi salah satu sarana komunikasi alternatif di lapangan.
Pemkot Tasikmalaya mendorong RAPI menjalankan tiga peran utama.

Pertama, menjadi bagian dari jaringan komunikasi penanggulangan bencana, khususnya ketika infrastruktur komunikasi utama mengalami gangguan.

Kedua, menjadi pelopor komunikasi sosial yang santun sekaligus membantu menangkal penyebaran informasi bohong dengan menyampaikan informasi yang terverifikasi.

Ketiga, menjadi mitra pemerintah dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Penasihat RAPI Jawa Barat yang juga mantan Wali Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf (JZ10EYM), mengingatkan kembali peran RAPI dalam sejarah komunikasi kebencanaan dan keamanan di Kota Tasikmalaya.

Yusuf mencontohkan peran anggota RAPI saat terjadi kerusuhan Tasikmalaya pada 1996.

Menurutnya, jaringan komunikasi radio ketika itu membantu aparat dalam memantau pergerakan massa dari luar daerah.

“Saat kerusuhan 1996, anggota RAPI bekerja tanpa lelah membantu Kodim dan Polres. Informasi pergerakan massa dari luar daerah terus dilaporkan via radio hingga sekitar 285 orang berhasil diamankan dan situasi terkendali dalam satu hari. Kunci RAPI dari dulu adalah militansi dan koordinasi,” ungkap Yusuf.

Ia menilai tantangan organisasi saat ini berbeda. Salah satunya berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah yang berdampak terhadap dukungan hibah organisasi.

Karena itu, menurut Yusuf, kepemimpinan di tingkat wilayah harus mampu menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus merawat komunikasi dan soliditas anggota.
“Ketua wilayah harus menjadi ujung tombak sekaligus ujung tembok organisasi,” tegasnya.

Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna (JZ10BJY), mengatakan pelaksanaan Muswil IX Kota Tasikmalaya berlangsung harmonis.

Muswil tersebut juga menandai tuntasnya proses pemekaran organisasi RAPI Kabupaten Tasikmalaya yang sebelumnya telah diselesaikan pada Sabtu (3/10/2026).
Yaya menegaskan Pengurus Daerah tidak melakukan intervensi dalam proses pemilihan ketua wilayah.

Namun, Pengurus Daerah memberikan arahan mengenai sosok kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa organisasi tetap aktif dan berkembang.

“Kami mengapresiasi keaktifan kawan-kawan Kota Tasik di bidang kebencanaan dan sosial. Arahan kami jelas: pilihlah ketua yang memiliki mobilitas tinggi, mampu ngemong anggota, serta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan program pembangunan,” kata Yaya.

Dengan kembali dipercayanya Agus Nugraha memimpin RAPI Kota Tasikmalaya hingga 2030, organisasi tersebut diharapkan semakin solid.

Tidak hanya membenahi internal, RAPI juga dituntut memperkuat jaringan komunikasi darurat, meningkatkan kontribusi sosial serta menjaga kesantunan dalam penggunaan frekuensi.

Semangat tersebut menjadi modal RAPI Kota Tasikmalaya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan mengambil peran dalam mewujudkan wilayah yang tangguh menghadapi berbagai kondisi darurat. (JM)