PENDIDIKAN

Dosen Unsil Latih Guru SMP Quranic Science Boarding School Ajarkan Pemaktoran Lewat Puzzle Digital  

×

Dosen Unsil Latih Guru SMP Quranic Science Boarding School Ajarkan Pemaktoran Lewat Puzzle Digital  

Sebarkan artikel ini
Dosen Unsil
Lewat media Quadrazzle, guru dibekali cara membantu siswa secara bertahap agar terbiasa bernalar kritis

TASIKMALAYA – Tim dosen Pendidikan Matematika Universitas Siliwangi (Unsil) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Quranic Science Boarding School, Kabupaten Tasikmalaya, pada Juli 2026. Kegiatan bertajuk “Penguatan Scaffolding Guru Berbasis TPACK melalui Media Quadrazzle untuk meningkatkan Berpikir Kritis Siswa” ini didanai LPPM Unsil melalui skema Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) tahun 2026.

Kegiatan ini berangkat dari temuan tim di lapangan. Pembelajaran pemfaktoran bentuk kuadrat di sekolah mitra masih banyak bergantung pada buku teks dan berjalan prosedural. Para guru sebenarnya menguasai materi, dan sekolah memiliki laboratorium komputer. Namun, guru belum percaya diri memadukan teknologi dengan cara mengajar. Ketika siswa kesulitan, bantuan yang diberikan cenderung berupa jawaban langsung.

Dosen Unsil
Tim pelaksana dipimpin Dr. Diar Veni Rahayu, M.Pd. bersama Dr. Supratman, M.Pd., Dr. Nani Ratnaningsih, M.Pd., Dr. Sri Tirto Madawistama, M.Pd., dan Dr. Puji Lestari. Mereka dibantu dua mahasiswa pascasarjana, Evi Herayani, S.Pd. dan Dede Suwardi, S.Pd.

Sebagai solusi, tim memperkenalkan Quadrazzle, permainan puzzle blok aljabar digital yang dikembangkan tim pengusul. Siswa menyusun blok berbentuk x², x, dan satuan hingga membentuk persegi panjang utuh, lalu menuliskan panjang dan lebarnya sebagai faktor. Media ini punya tiga level permainan dan sistem petunjuk bertingkat yang membantu guru memberi bantuan sesuai kebutuhan siswa, lalu menguranginya seiring siswa makin mandiri.

Kegiatan berlangsung dalam lima tahap dengan pendekatan Learning by Design, yaitu guru belajar teknologi sambil merancang sendiri aktivitas kelasnya. Sosialisasi bersama kepala sekolah dan guru digelar pada 22 Juli. Pelatihan dua hari pada 29-30 Juli diikuti lima guru matematika, dan setiap guru menyusun skenario pembelajaran. Skenario itu kemudian diuji coba di laboratorium komputer bersama 20 siswa kelas IX. Tim lalu mendampingi guru langsung di kelas, memberi umpan balik, dan mengajak guru merefleksikan kapan bantuan perlu diberikan dan kapan perlu dikurangi.

Menurut tim, guru mulai memberikan bantuan secara bertahap tanpa langsung membuka jawaban. Siswa pun lebih sering menyampaikan argumen logis dan memperbaiki susunan bloknya sendiri. Agar manfaatnya berlanjut, tim mendorong terbentuknya Komunitas Belajar Matematika Digital di sekolah. Quadrazzle juga dihibahkan dan dipasang permanen di laboratorium komputer, dan tim menyusun modul panduan strategi scaffolding berbasis Quadrazzle sebagai rujukan guru. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan nomor 9 tentang inovasi.