KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Program Young Talent PPID di Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal langsung tata kelola pemerintahan, khususnya pelayanan dan keterbukaan informasi publik.
Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari media monitoring, dokumentasi, notulensi, pengelolaan data layanan hingga membantu permohonan informasi publik.
Marzatus Safirah, mahasiswa Hubungan Internasional President University, mengaku memperoleh pengalaman berharga, mulai dari melayani tamu hingga menyaksikan rapat komisi dan rapat paripurna DPRD Jabar.
“Yang saya pelajari adalah betapa pentingnya bahasa tubuh dan tata bicara kita dalam berkomunikasi dengan masyarakat dan rekan kerja,” ujar Safirah.
Sementara itu, Erika Nuraeni, mahasiswa Hubungan Internasional International Women University, memahami bahwa keterbukaan informasi tidak berarti semua data dapat dibuka tanpa batas. Ada keseimbangan antara hak masyarakat memperoleh informasi dan perlindungan terhadap informasi tertentu.
Menurut Erika, informasi resmi harus melalui verifikasi dan dilengkapi konteks serta data yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengalaman tersebut juga mengubah pandangannya terhadap birokrasi yang ternyata dituntut cepat, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“PPID menjadi jembatan antara lembaga dengan publik,” jelasnya.
Pengalaman berbeda dirasakan Tiara Eka Rabbania, mahasiswa Ilmu Politik International Women University. Ia belajar bahwa pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga kemampuan mendengarkan aspirasi masyarakat dan memahami kebutuhan mereka.
“Pelayanan publik bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bagaimana kita memahami, menghargai, dan merespons kebutuhan masyarakat dengan baik,” ungkap Tiara.
Ketiga mahasiswa tersebut juga menyoroti pentingnya inovasi komunikasi publik di era digital. Erika mengusulkan snack content berupa informasi singkat dengan visual menarik, sedangkan Tiara mendorong pemanfaatan video pendek, infografis, serta konten tanya-jawab di Instagram dan TikTok.
Adapun Safirah menekankan pentingnya sosialisasi kanal resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.
Program magang ini menjadi ruang pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai pelayanan publik dan tata kelola informasi, sementara PPID Sekretariat DPRD Jabar mendapatkan perspektif generasi muda untuk mengembangkan layanan yang lebih informatif, responsif, dan dekat dengan masyarakat. (AM)






