KAPOL.ID – Ratusan kiai dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang berkumpul di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Sukawangi, Kecamatan Tanjungkerta, Selasa (20/10/2026).
Kedatangan para ulama tersebut untuk menghadiri Deklarasi Pesantren sebagai Ruang Aman dan Nyaman bagi Santri yang digagas Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Sumedang, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Momen hangat dan penuh kebersamaan ini juga dirangkaikan dengan giat Halaqah dan Silaturahmi Para Pemimpin Pesantren.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Kapolres Sumedang, jajaran Kodim 0610 Sumedang, jajaran MUI, Kepala Kantor Kemenag Sumedang, pimpinan DPRD Sumedang, serta tak kurang dari 300 pimpinan pesantren se-Kabupaten Sumedang.
Deklarasi ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama demi memastikan lingkungan pesantren yang ramah, aman, nyaman, serta menjamin perlindungan tumbuh kembang para santri.
Ketua FPP Kabupaten Sumedang, KH. Sohibin mengungkapkan, kegiatan ini merupakan langkah nyata memperkuat peran pesantren tak sekadar lembaga pendidikan dan dakwah, namun juga pusat pemberdayaan masyarakat.
”Ada dua agenda utama, yakni deklarasi pesantren ramah anak dan halaqah pimpinan pesantren untuk menyamakan persepsi soal pola pengasuhan yang berpihak pada santri,” ujar KH. Sohibin kepada awak media di lokasi acara.
Ia menegaskan, menciptakan lingkungan pesantren yang aman butuh sinergi kuat antara ulama, Pemkab Sumedang, Kemenag, kepolisian, dan instansi terkait.
”Kami berharap ikhtiar ini membawa manfaat luas dan semakin memperkuat Sumedang sebagai daerah yang ramah, aman, dan damai,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Handiman Romdony, mengapresiasi langkah cepat FPP Sumedang. Menurutnya, tata kelola pesantren saat ini harus makin profesional dan taat aturan.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga arkanul ma’hal sesuai UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yaitu keberadaan kiai, santri mukim, pondok/asrama, masjid, serta kajian kitab kuning.
”Mengusung tema HSN 2026 ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’, kita ingin santri lahir sebagai generasi yang toleran, moderat, dan berakhlakul karimah,” papar Ahmad Handiman.
Ia juga menyoroti Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (RANA) di lingkungan pontren.
”Tidak mungkin akhlak mulia lahir dari lingkungan yang tidak aman. Komitmen ini jangan berhenti di atas kertas, tapi harus betul-betul diterapkan di lapangan untuk mencegah segala bentuk kekerasan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas peran para ulama yang tak kenal lelah membimbing masyarakat hingga ke pelosok desa.
”Para kiai dan ajengan setiap hari dengan ikhlas mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Ini modal utama menjaga Sumedang tetap kondusif,” tutur Dony.
Lewat deklarasi ini, Pemkab Sumedang berharap seluruh pontren di Sumedang bisa menjadi tempat yang tidak hanya melahirkan santri berakhlak mulia, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua yang menitipkan anak-anaknya. ***












