KAPOL.ID – Ahli penyakit tropik dan infeksi Rumah Sakit Hasanudin (RSHS) dr. Bachti A, SpPD-KPTI., PhD, menuturkan virus Corona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan jenis baru dalam keluarga coronavirus.
Menurutnya, virus itu diyakini muncul dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar hewan di pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Otoritas Cina kemudian menyatakan bahwa virus itu dapat menyebar antar manusia.Selain mewabah di Cina, virus itu kini telah menyebar ke Hong Kong, Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Malaysia, dan Amerika Serikat (AS).
Bandara di seluruh dunia telah meningkatkan penyaringan penumpang dari China. Beberapa bandara telah menerapkan pemindaian suhu tubuh bagi penumpang dengan penerbangan dari Cina. Laporan terakhur Senin (27/1/2020) pukul 18.00 WIB, mencatat korban terjangkit Virus Corona di seluruh dunia telah mencapai 2.863 orang. 2.804 di antaranya terdapat di Cina daratan. Adapun total korban jiwa telah mencapai 80 orang.
dr. Bachti memandang thermo scanner atau pemindai suhu tak bisa menjadi acuan mutlak untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit atau tidak oleh virus Corona. Sebab, rentang waktu inkubasi virus dan munculnya gejala bisa ‘mengelabui’ alat pengukur suhu tubuh itu. Penggunaan thermo scanner di bandara itu hanya untuk melihat suhu tubuh seseorang.
Terutama mereka yang datang dari negara ataupun wilayah yang sudah ada korban terjangkit Corona.Apabila suhu tubuhnya tinggi atau sedang demam, maka yang bersangkutan akan mendapatkan penanganan pertama guna mengetahui penyakitnya. Belum tentu orang suhu tubuhnya tidak normal berarti terjangkit Corona. Bisa saja penyakit jenis lain.
Masalah muncul, ketika thermo scanner mendapati tubuh seseorang normal. Namun, oleh otoritas terkait dibuat kesimpulan bahwa yang bersangkutan tidak terjangkit Corona.Padahal, orang yang suhu tubuhnya normal atau tidak demam, bisa saja sudah terjangkit oleh virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina, itu.
“Sebab, ada kemungkinan virus masih dalam proses inkubasi pada tubuh seseorang, sehingga gejalanya belum tampak. Jadi, bukan berarti thermo scanner itu tidak akurat, tapi bisa saja mereka yang diperiksa itu tidak sedang demam,” katanya
Proses inkubasi atau rentang waktu Virus Corona masuk hingga menunjukkan gejala pada tubuh seseorang adalah 2 sampai 14 hari. Bagi mereka yang dalam kondisi tubuh lemah atau virus yang masuk cukup banyak, maka gejala akan muncul dalam waktu 2-3 hari. Namun, rata-rata gejala baru muncul setelah 7 hari.
Untuk itu, diharapkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tidak lengah dengan orang yang datang dari wilayah terjangkit Corona tapi suhu tubuhnya normal. KKP harus memberitahukan agar orang tersebut segera ke rumah sakit jika gejala Corona muncul.












