KAPOL.ID – Riswanto, kreator grafis dari Gobras Tasikmalaya berhasil mencuri perhatian dan menyisihkan empat finalis lain yang dijaring dari 167 peserta lomba desain logo Geopark Galunggung. Kelima finalis itu dijajal langsung dewan juri di Grand Metro Hotel, Selasa (25/2/2020).
Menurut Ketua Panitia, Ato Rinanto, Tim Juri — Acep Zamzam Noor (Budayawan), Dr. H. Edeng ZA, M.Pd, (Sekretaris Umum MUI Kabupaten Tasikmalaya), H. S Alfian (Dapur Seni Alif Bengkel Singaparna, Ir. Oman Abdurohaman MT (Penyidik bumi Museum Geologi Bandung), Muhajir Salam (Sejarawan) — telah merampungkan tugasnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini bukan sekadar lomba. Tetapi diharapkan bisa menjadi titik balik menuju pengukuhan Geopark Galunggung. Bukan semata untuk membangun objek wisata, Tetapi perilaku juga harus dibangun. Kita punya filosofi yang luar biasa, someah hade ka semah. Tanpa itu wisata adalah omong kosong,” katanya.
Pemenang lomba desain logo Geopark Galunggung — Riswanto — mendapat hadiah Rp 20 juta, sedangkan nominator lainnya masing-masing mendapat Rp 2,5 juta. Penganugrahan hadiah secara simbolis diserahkan Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto.
“Para finalis yang hari ini hadir telah memberikan kreasinya, telah memberikan pemikirannya, dan menginspirasi kita untuk membangun Galunggung ke depan,” katanya.
Ade Sugianto mengapresiasi kiprah Panitia Sayembara Logo Geopark Galunggung dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai mengesankan menggelar malam puncak bertajuk “Someah Hade ka Semah” itu.
“Tak ada kata yang sangat pantas untuk saya sampaikan selain terimakasih atas terselenggaranya acara ini. Bukan sekadar sayembara logo, tetapi bagian dari nawaitu kita bersama, bagaimana membangun Tasikmalaya,” katanya. Apalagi even itu digelar tanpa menggunakan APBD.












