KAPOL.ID – Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penaganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan sebanyak 124 kabupaten/kota di Indonesia masih dikategorikan sebagai wilayah hijau, atau bebas dari virus corona sampai saat ini.
“Dari data-data yang telah kami kumpulkan terdapat 124 kabupaten/kota yang sampai hari ini tidak ada laporan adanya kasus terkonfirmasi positif,” ungkap Doni.
Meski begitu, bukan berarti daerah-daerah tersebut aman dari wabah virus ini. Tidak menutup kemungkinan kalau masyarakatnya tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin maka Covid-19 akan menyambangi daerah-daerah itu.
Ia mengatakan, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap kabupaten/kota tersebut lewat gugus tugas provinsi. Doni mengatakan 124 kabupaten/kota ini berada di wilayah kepulauan sehingga bisa terjamin keamanannya.
“24 kabupaten/kota ini berada di kepulauan, artinya secara geografis mereka bisa terjamin keamanannya apabila bisa melakukan kontrol dan pengawasan yang lebih ketat,” imbuhnya.
Adapun rincian 124 kabupaten/kota yang belum melaporkan adanya kasus positif virus corona adalah sebagai berikut:
- Aceh 14 kabupaten/kota
- Banten 1 kabupaten/kota
- Bengkulu 1 kabupaten/kota
- Gorontalo 1 kabupaten/kota
- Jambi 1 kabupaten/kota
- Jawa Barat 1 kabupaten/kota
- Jawa Tengah 1 kabupaten/kota
- Kalimantan Barat 2 kabupaten/kota
- Kalimantan Tengah 1 kabupaten/kota
- Kalimantan Timur 1 kabupaten/kota
- Kepulauan Bangka Belitung 1 kabupaten/kota
- Kepulauan Riau 4 kabupaten/kota
- Lampung 5 kabupaten/kota
- Maluku 6 kabupaten/kota
- Maluku Utara 5 kabupaten/kota
- Nusa Tenggara Timur 15 kabupaten/kota
- Papua 18 kabupaten/kota
- Papua Barat 6 kabupaten/kota
- Riau 2 kabupaten/kota
- Sulawesi Barat 1 kabupaten/kota
- Sulawesi Selatan 1 kabupaten/kota
- Sulawesi Tengah 3 kabupaten/kota
- Sulawesi Tenggara 5 kabupaten/kota
- Sulawesi Utara 5 kabupaten/kota
- Sumatera Barat 2 kabupaten/kota
- Sumatera Selatan 5 kabupaten/kota
- Sumatera Utara 16 kabupaten/kota
Dalam kesempatan ini, Doni juga melaporkan bahwa pada 19 Mei pihaknya sudah bisa melakukan pemeriksaan sebanyak 12.276 sampel. Jumlah pemeriksaan tersebut merupakan rekor pemeriksaan sampel per hari tertinggi setelah sebelumnya hanya bisa mencapai sekitar 5.000-an saja.
“Selanjutnya, salah satu prasyarat yang disampaikan Menteri Bappenas adalah tingkat kemampuan testing yang dilakukan oleh sebuah negara. Kita sudah lihat perkembangan bahwa kita termasuk yang sedikit selama 1 1/2 bulan terakhir. Tapi upaya dan kerja keras dari kawan-kawan kita di balai penelitian dan pengembangan Kemenkes serta seluruh Kepala laboratorium yang ada di seluruh Indonesia, kemarin telah berhasil pemeriksaan spesimen mencapai 12,276. Ini adalah rekor tertinggi di mana rekor sebelumnya sekitar 9.700,” jelasnya. [gi/ab]












