KAPOL.ID – Sungai Cipanas yang berada di perbatasan Kecamatan Conggeang dan Buahdua mendapatkan atensi khusus dari Wakil Bupati Sumedang.
Pasalnya, sungai itu tampak kotor dengan banyaknya sampah yang tersebar di beberapa titik.
Untuk itu, Sabtu (26/9), Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan didampingi Kadisbudparpora, Kadis LHK, Camat Buahdua dan Conggeang bersama masyarakat setempat turun secara langsung bergotong royong membersihkan sampah di sekitar aliran sungai Cipanas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Yayasan Dangiang Darabasa dengan mengangkat tema “Leuweung Kaian, Gawir Awian, Lebak Caian” ini dipusatkan di Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua.
Ketua panitia Edah Jubaedah dalam laporannya menyampaikan, kegiatan bersih-bersih di bantaran sungai Cipanas ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas pecinta lingkungan yang datang dari dalam dan luar Sumedang.
“Alhamdulillah, tercatat ada 25 komunitas, itu yang ada di dalam dan diluar kabupaten Sumedang termasuk Majalengka dan Indramayu. Sekarang sudah bergabung dengan kita semua,” ungkapnya.
Edah menjelaskan, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, untuk menghindari terjadinya kerumunan, maka pelaksanaan kegiatan bersih bersih sungai ini dibagi menjadi beberapa titik lokasi di sepanjang aliran sungai Cipanas.
“Sudah dibagi dalam 4 titik. pertama di Cibodas, kedua di Cipatat, ketiga di Sekarwangi dan keempat di Cibubuan,” terangnya.
Ia pun berharap, kedepan ada tindak lanjut dari gerakan kebersihan tersebut yakni dengan dibangunnya tempat pembuangan sampah (TPS) Terpadu yang menerapkan 3 R, reduce, reuse, dan recycle sehingga sampah lebih bernilai ekonomi.
“Mudah-mudahan ada rencana tindaklanjut untuk TPS 3 R. Tidak hanya sekedar mengumpulkan sampah, tetapi bisa mendorong ‘enterpreuner’ baru yang mengolah sampah menjadi rupiah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Erwan Setiawan dalam sambutannya mengharapkan, kegiatan ini hendaknya tidak hanya sekedar seremonial saja, tetapi harus menjadi bagian kehidupan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan generasi yang akan datang.
“Sungai adalah sumber kehidupan kita baik sekarang maupun yang akan datang. Dengan sungai dan lingkungan bersih, maka kita menjaganya untuk masa depan anak cucu kita. Oleh karena itu, jangan pernah cemari sungai, buanglah sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Dikatakan Wabup, pada tahun 1963, Sumedang pernah berhasil meraih predikat sebagai Kota Buludru. Hal tersebut tiada lain karena lingkungan alam dan masyarakat di Sumedang pada waktu itu terbebas dari sampah dan terkenal karena keindahan dan keasriannya.
Adapun permasalahan sampah saat ini, kata Wabup, menjadi tantangan bersama yang memerlukan kerjasama sinergis dari semua pihak agar permasalahan tersebut dapat ditanggulangi sehingga predikat Sumedang sebagai kota Buludru dapat diraih kembali.
“Mulai sekarang kita tekadkan untuk mengembalikan julukan tersebut. Mari kita bersihkan lingkungan kita mulai dari yang terkecil, rumah, RT, RW dan aliran sungai di sekitar kita,” ungkapnya.
Disinggung mengenai potensi air panas di wilayah tersebut, Wabup melihatnya sebagai potensi yang besar untuk dikembangkan. Untuk itu, pihaknya ke depan akan menata lebih baik lagi sehingga menjadi salah destinasi wisata ungggulan, apalagi lokasinya berdekatan dengan Tol Cisumdawu.
“Cipanas bisa menjadi tempat yang ramai dikunjungi, bukan hanya dari Sumedang atau daerah lainnya di Jawa Barat, bahkan dari luar provinsi juga akan datang ke sini. Karena itu, harus kita siapkan dari sekarang bagaimana penataannya,” pungkas Wabup.






