PARLEMENTARIA

Ali Rasyid, Pemerintah Harus Memfasilitasi Ruang Kebudayaan Secara Maksimal

×

Ali Rasyid, Pemerintah Harus Memfasilitasi Ruang Kebudayaan Secara Maksimal

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Ali Rasyid bersama Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jabar wilayah 12. Ali Rasyid meminta pemerintah bisa memfasilitasi ruang kebudayaan secara maksimal. ***

KAPOL.ID- Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Ali Rasyid mengatakan peranan kebudayaan sangat penting bagi satu daerah, karena kebudayaan menjadi identitas bangsa atau identitas daerah. Dan juga kebudayaan sebagai pemersatu umat manusia termasuk bangsa Indonesia.

Posisi kebudayaan tidak boleh dikesampingkan, karena sebagai pembeda antara satu bangsa dengan bangsa lainnya, antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kebudayaan harus diutamakan dan pemerintah harus mampu memfasilitasi ruang kebudayaan secara maksimal.

“Budaya itu sebagai identitas bangsa, identitas daerah. Untuk itu posisi kebudayaan tidak boleh dikesampingkan karena sebagi identitas bangsa kebudayaan menjadi pembeda antara satu bangsa dengan bangsa lain, antara satu daerah dengan daerah lainnya,” kata Ali Rasyid.

Pemerintah kata dia harus memfasilitasi secara maksimal bagi pengembangan budaya daerah. Itu dilakukan dengan membangun gedung gedung kebudayaan termasuk gedung kesenian yang posisinya di pusat kota atau pusat keramaian agar mudah diakses masyarakat.

“Saya ingin sekali bangunan kebudayaan itu letaknya di pusat kota atau di pusat keramaian. Tidak di pinggiran apalagi sampai di tengan hutan. Jika gedung kebudayaan dibangun di tengah hutan itu artinya budaya atau kebudayaan sudah dikesampingkan dan tidak diutamakan,” Katanya.

Ali Rasyid juga meminta agar ketika pemerintah membangun gedung kebudayaan harus melibatkan budayawan di daerah agar pembangunan gedung budaya bisa sesuai dengan budaya daerah setempat dan memberi dampak yang besar bagi kemajuan budaya di daerah.

“Budayawan lokal lebih paham dengan budayanya sehingga mereka harus dilibatkan dari mulai perencanaan, pembangunan, dan juga pemanfaatan gedung kebudayaan. Jadi pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan tepat manfaat,” Katanya lagi.

Politisi muda  Gerindra itu juga menyesalkan proses pembangunan gedung Kebudayaan di Sumedang yang dibangun di tengah hutan dan bangunannya sudah ambruk sebelum bisa dimanfaatkan.

Begitu juga pembangunan gedung kebudayaan di Subang yang dibangun tidak sesuai dengan keinginan budayawan Subang dan lebih mirip kandang burung merpati. Ke depan  pembangunan gedung kebudayaan harus melibatkan budayawan dan masyarakat agar pembangunan gedung kebudayaan bisa menjadi kebanggan daerah.

“Dan yang paling utama gedung kebudayaan itu harus di tengah Kota. Atau di lokasi keramaian yang mudah diakses masyarakat,” katanya.***