BISNIS

Diserang Wabah, Petani Tambak Udang di Cikalong Rugi Ratusan Juta

×

Diserang Wabah, Petani Tambak Udang di Cikalong Rugi Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini
Pegawai di salah satu tambak yang ada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong sedang mengecek suhu air. Saat musim panen sekarang ini petani tambak udang merugi akibat tingginya tingkat kematian udang di kolam. ***

KAPOL. ID- Para pembudidaya Udang Vannamei di pantai Selatan Tasikmalaya, utamanya di wilayah Kecamatan Cikalong harus gigit jari. Pasalnya pada musim tanam kali ini tambak mereka diserang wabah.

Alhasil pendapatan para petani tambak udang pun turun drastis, bahkan merugi hingga ratusan juta rupiah. Itu terjadi karena tingkat kematian udang di kolam sangat tinggi hingga mencapai 50 persen bahkan lebih.

Ajat Sudrajat petani tambak udang di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong menjelaskan pada musim tanam sekarang ini semua kolam di wilayah Cikalong di serang wabah.

“Semua petani tambak udang di Kecamatan Cikalong ini terkena dampak penyakit. Kami disini semuanya menelan kerugian yang lumayan besar karena wabah tersebut, ” Katanya Ahad (28/2/2021).

Wabah penyakit yang terjadi saat ini kata dia penyakit ekor merah dan udang mati saat usia muda atau kematian dini. Tingkat kematian di kolam udang yang dikelolanya mencapai angka 50 persen.

“Kematiannya sangat tinggi. Kami juga sudah melaporkan perihal wabah ini ke pihak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya. Semoga saja ada upaya penanggulangan dari pihak Dinas,” Katanya.

“Kematian udang terjadi sejak dini, usia 35, 40 hari, itu kematiannya ada yang sampai 70 persen dan kami para petani rugi sampai ratusan juta rupiah, ” katanya.

Dari enam kolam yang dikelola, kata Ajat dalam satu kali panen biasanya bisa menghasilkan 18 sampai 20 ton udang. Namun pada musim tanam kali ini hanya menghasilkan 6 ton saja dan itu pun dipanen lebih awal atau panen muda.

“Dari pada rugi besar jadi kami memilih panen lebih awal. Karena tingkat kematian udang terus terjadi,” katanya.

Hal yang sama juga dialami H Asep petambak udang lainya. Dari empat kolam yang dikelolanya pada panen musim ini mengalami kematian yang sangat tinggi. Harusnya dalam satu kolam itu bisa menghasilkan udang 2 ton, tetapi ketika dipanen hanya menghasilkan 7 kuintal saja.

“Musim ini kurang bagus lagi ada wabah penyakit kami semuanya merugi,” katanya.

Sementara itu potensi tambak udang di wilayah Cikalong memiliki potensi yang besar untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini pun ratusan miliar berputar di wilayah pantai Cikalong tersebut dan banyak masyarakat yang hidup dari budidaya tambak udang.

Ajat menduga wabah penyakit yang menyerang udang kemungkinan besar dari faktor cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Pasalnya suhu udara saat ini sangat panas jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Diakui Ajat suhu air di kolamnya saat ini sangat tinggi yang mencapai 32 derajat. Dan sepanjang dirinya melakukan budidaya udang baru tahun ini suhu air mencapai angka yang sangat tinggi.

Biasanya berada pada angka 29 dan paling tinggi ada pada kisaran 30 derajat. Suhu panas ini kata Ajat kemungkinan besar yang mendorong tingginya tingkat kematian udang di wilayah Cikalong dan datangnya wabah penyakit.***