KANAL

MPLS Saat Pandemi, Bupati Garut Minta Siswa Tetap Semangat Belajar

×

MPLS Saat Pandemi, Bupati Garut Minta Siswa Tetap Semangat Belajar

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Bupati Garut, Rudy Gunawan berharap di masa Pandemi Covid-19 para siswa tetap semangat untuk belajar, berdoa dan senantiasa melaksanakan protokol kesehatan.

Tujuannya, supaya bisa terhindar dari Covid-19 dan pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang digelar secara virtual pada Sabtu (24/7/201) di SMPN 1 Garut.

Terlihat, sebanyak 390 peserta didik baru begitu antusias mengikuti dirumahnya masing-masing.

Mereka, seakan berharap bisa belajar tatap muka bersama guru-gurunya di sekolah.

Sementara saat itu, Kepala Sekolah dan sejumlah guru mengikuti kegiatan di sekolah. Ada hal yang menarik saat pembukaan MPLS di SMPN 1 Garut.

Karena, pada kesempatan tersebut panitia berusaha menyediakan berbagai hadiah bagi siapa saja siswa yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia, termasuk Kepala Sekolah yang telah menyiapkan hadiah bagi siswa yang nampak aktif selama acara berlangsung.

Antusias dan kegembiraan para siswa makin nampak saat Bupati Garut, Rudy Gunawan yang membuka acara secara virtual juga telah menyiapkan tiga buah telepon seluler dan menantang kemampuan siswa yang paling banyak hafal alquran, serta siswa terpintar.

Sementara, satu ponsel lagi Rudy janjikan untuk diberikan pada anak dari keluarga tidak mampu.

Rudy berharap, kegiatan MPLS yang dilaksanakan di sekolah bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa yang baru menduduki bangku SMP sebagai media pengenalan lebih dekat akan lingkungan sekolah yang baru, serta mengenali guru-gurunya yang baru juga.

Seperti halnya diutarakan Rudy, Kepala Sekolah SMPN 1 Garut, Aceng Mulyana pun menerangkan, rangkaian kegiatan MPLS yang dilaksanakan di sekolahnya.

Itu, bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, mulai dari kepala sekolah, para guru, tata usaha, hingga beberapa fasilitas yang tersedia di sekolah yang kini ditunjuk sebagai Sekolah Penggerak, bersama 50 sekolah lainnya di Indonesia. ***