KAPOL.ID–Wakil Bupati (Wabup) Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin sangat berharap akan lahir solusi atau cara membentengi dampak negatif dari penggunaan media digital. Khususnya bagi kalangan anak-anak dan rebaja.
Harapan tersebut Cecep kemukakan pada saat berkesempatan membuka acara Workshop Penanggulangan Kenakalan Anak dan Remaja di Era Digital. Yakni acara yang diinisiasi oleh MUI Kabupaten Tasikmalaya di aula kantornya; Jl Doser, Cipakat, Singaparna.
“Mudah-mudahan dari kegiatan workshop ini melahirkan solusi dan cara bagaimana kita betul-betul bisa memfilter dampak negatif media sosial, khususnya anak-anak dan remaja di Kabupaten Tasikmalaya,” papar Cecep melalui saluran virtual.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Cecep juga menyampaikan terima kasih kepada inisiator acara tersebut. Karena dampak negatif dari media digital sudah begitu nyata dan menjadi PR semua pihak.
Pria yang kerap disapa CNY memaklumi bahwa hari ini memang era 4.0, yang merupakan perpindahan dari alam tradisional ke alam digital. Maka, ia menganggap bahwa sangat tepat bila MUI menggelar acara untuk menghadrikan solusi-solusi atas dampak negatif dari adanya perangkat digital.
“Kita tahu bahwa dengan digital semua serba cepat, serba mudah dan relatif lebih murah untuk orang-orang tertentu. Tapi kalau dilihat dari dampak yang lainnya, tentu akan berdampak sangat besar apabila saringannya tidak dibuat oleh kita semua,” lanjutnya.
Pemerintah memang diamanahi oleh undang-undang untuk mengelola secara baik alam nyata maupun jagat maya. Tetapi menurut politisi PPP itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan butuh kerja sama dengan semua pihak.
“Makanya, acara ini sangat bagus dan tepat. Apalagi materinya akan disampaikan oleh Ketua MUI sebagai representasi dari para ulama, KPAID, dan juga Kapolres dalam hal langkah-langkah preventifnya,” tandasnya.
Workshop sendiri berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis (25-26/8/2021). Pesertanya sebanyak 215 orang yang terdiri dari pengurus MUI tingkat kecamatan dan desa, dengan pelaksanaan dibagi dua.












