KAPOL.ID – Situasi dan kondisi terkait penyebaran Covid-19 pada Selasa 14 April 2020 sampai dengan Pukul 16.00 WIB di Kabupaten Sumedang, masih perlu lebih diwaspadai.
Adapun perkembangan lengkapnya,
Positif COVID-19 Polymerase Chain Reaction (SWAB), positif 2 orang.
Rapid Test Positif (Diduga Covid-19) 12 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 16 orang dari total 40 PDP yang 24 orang
diantaranya telah pulang/selesai/sembuh
Orang Dalam Pemantauan (ODP) 141 orang dari total 749 ODP dimana 608 orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan.
Orang Dalam Risiko (ODR) 8.280 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) : 25 orang.
PDP yaitu orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia.
ODP yaitu orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia.
ODR yaitu orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun.
OTG yaitu orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.
“ODR yang sebelumnya beristilah ODP Berisiko atas konsolidasi data para pemudik yang dikoordinasikan oleh aparatur wilayah (Camat dan Kepala Desa/Lurah), dalam sepekan terakhir menunjukkan trend menurun. Hal ini tak lepas dari mulai selesainya masa karantina mandiri selama 14 hari, dan menurunnya jumlah warga yang mudik ke Sumedang,” kata Kadinkes, Dadang Sulaeman.
Dikatakan, saat ini berdasarkan data hingga Pukul 15.00 WIB jumlah ODR kembali mengalami penurunan yang jumlahnya cukup signifikan yaitu sebanyak 1.501 orang.
“Penurunan jumlah ODR yang signifikan terjadi di Kecamatan Cibugel, Cisarua, Cimanggung, Paseh, Tanjungkerta, Tanjungmedar dan Wado. Sementara kenaikan jumlah ODR terjadi di Kecamatan Pamulihan, Rancakalong, Ujungjaya dan Tomo,” ujarnya.
Saat ini masyarakat pemudik dimaksud diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing untuk jangka waktu 14 hari ke depan.
“Apabila ada gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas, diminta segera menghubungi 119 atau kontak Puskesmas terdekat,” tuturnya.
Hasil Rapid Test yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan 14 April 2020 diantaranya:
a. Selesai Rapid Test : 1.442 orang;
b. Selesai Rapid Tes ulang : 84 orang.
“Jumlah total yang diduga terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test menjadi berjumlah 12 orang, dimana terdapat penambahan sebanyak 1 orang
dibanding hari kemarin,” ujarnya.
Satu orang dimaksud merupakan karyawan PT. Kahatex yang saat ini tengah menjalani isolasi di Mess PT. Kahatex setelah sebelumnya menjalani isolasi mandiri di tempat tinggalnya di Bandung.
Kepada yang bersangkutan akan segera dilaksanakan tes SWAB menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), untuk memastikan positif atau
tidaknya.
“Terhadap semua ODP yang telah melakukan Rapid Test tetap diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing dan akan dilakukan Rapid Test ulang 10 hari kemudian,” ujarnya.***
—- Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment —-
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web: https://kapol.tv
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/












