KANAL  

Akhir Desember, Camat Cibalong Targetkan Vaksinasi 70 Persen

KAPOL.ID – Meski letak wilayahnya cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten Garut, atau berjarak sekitar 100 KM ke arah paling Selatan Kabupaten Garut, tapi pemerintahan Kecamatan Cibalong tidak ingin ketinggalan dalam berbagai hal oleh sejumlah kecamatan lainnya yang berada di kawasan perkotaan.

Salah satu buktinya dalam upaya mengejar target pencapain vaksinasi Covid-19, dimana berdasarkan data terakhir yang diterima pemerintah kecamatan dari sejumlah desa yang ada, hingga minggu ketiga di Bulan Desember 2021.

Capaian vaksinasi di kecamatan yang letak wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya juga Samudra Hindia itu sudah bisa mencapai 62 persen dari target capaian 70 persen.

Maka untuk mengejar target 70 persen seperti yang diamanatkan Bupati Garut, Camat Setempat dibantu unsur TNI dan Polri juga petugas Puskesmas setempat terus berupaya melakukan kegiatan vaksinasi dari mulai yang diselenggarakan di ibu kota kecamatan, tingkat desa, hingga tingkat dusun dan RW.

Memang, mengejar capaian 70 persen bukan hal yang mudah dilakukan di wilayah Kecamatan Cibalong.

Karena pengaruh karakter masyarakat dan letak geografisnya juga berbeda dengan masyarakat yang tinggal diwilayah perkotaan.

Jika di wilayah kota, orang yang mau divaksin itu bisa berjalan kaki dari rumahnya.

Karena letak rumah dan pusat vaksinasi baik yang ada di Ibu kota kabupaten ataupun yang tinggal di wilayah kecamatan dan desa banyak yang berdekatan, atau paling tidak bisa menggunakan kendaraan milik pribadi atau umum dengan waktu yang singkat rta ongkos yang relatif murah.

Tapi di wilayah Kecamatan Cibalong, masih terdapat perkampungan masyarakat yang jarak tempuh menuju ibu kota kecamatan atau desa memakan waktu hingga 30 menit jika menggunakan speda motor, selain kondisi jalannya juga yang terjal.

Terkadang, bagi masyarakat yang hidupnya berada dalam kemiskinan, perjalanan tersebut biasa ditemuh dengan jalan kaki.

Meski demikian, berkat upaya atau kerja keras Camat Cibalong, Aris Riswandi, dengan bantuan TNI dan Polri, ditambah petugas dari Puskesmas dan Dinkes, serta para tokoh masyarakat setempat, diminggu ketiga Bulan Desember, capaian vaksinasi di Kecamatan cibalong sudah mampu mencapai 62 persen, atau tinggal menyisakan 8 persen.

“Itulah sulitnya diwilyah kami, karena kalau mengenakan ojeg juga ongkosnya cukup mahal, sementara kebanyakan masyarakat kami mata pencahariannya bertani, buruh kebun dan lelayan,” tutur Camat Cibalong, Aris saat dihubungi melalui pesawat selulernya, Sabtu (18/12/2021).

Terlebih lanjut Aris, di Bulan Desember bertepatan dengan musim hujan, sehingga dampaknya cukup menganggu juga terhadap pelaksanaan vaksinasi.

Hal-hal lainnya yang menyebabkan ada keterlambatan capaian vaksin katanya, pertama karena keterbatasan SDM yang dimiliki, seperti di Puskesmas Cibalong dan Maroko yang hanya masing-masing memiliki satu orang dokter ditambah 28 kesehatan.

Jika saja dalam setiap harinya dilaksanakan vaksinasi pada 10 titik yang setiap satu titiknya memerlukan sebanyak 5 orang tenaga kesehatan lanjut Aris, maka tenaga yang dibutuhkan harus ada minimalnya 50 orang.

“Itulah sulitnya bagi kami di wilayah Cibalong, jika kami pun ingin melakukan mobilisasi masyarakat ke tempat vaksinasi, darimana juga harus mendapatkan kendaraannya, sementara kendaraan yang dimiliki tiap desa hanya satu kendaraan saja yaitu mobil siaga,” ungkap Aris.

Meski demikian, Aris mengaku, tidak akan pernah menyerah akan berbagai kesulitan yang dihadapinya itu.

Jika ada kerjasama yang baik antara pihak kecamatan, koramil dan Polsek ditambah petugas kesehatan atau puskesmas dirinya optimis, di akhir tahun 2021, capaian vaksinasi diwilayahnya bisa mencapai 70 persen.

Keyakinan tersebut katanya belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana pada awalnya sebadian besar masyarakat disana juga takut akan divaksin.

Alasannya bermaca-macam, ada yang takut merasa sakit, takut karena melihat jarum suntiknya, juga takut karena akan berdapak negatif pada dirinya.

“Tapi Aalhamdulillah, kini sebagian besar masyakat kami sudah mulai tidak takut untuk divaksin karena kami bersama anggota terus meakukan sosialisasi mengenai pentingnya vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dimasa pandemi Covid-19,” imbuhnya.***