KAPOL.ID – H Akhmad Juhana kembali dikukuhkan sebagai ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya melalui Konferensi Kabupaten yang digelar pada Desember 2020 lalu.
Akhmad Juhana yang karib disapa Abah Ahmad itu kembali menjadi nakhoda PGRI untuk lima tahun ke depan hingga 2025.
Ketua panitia Konferensi Kabupaten, PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H Ade Dasmana mengatakan, Konferensi tetap digelar meskipun dalam situasi pandemi Corona. Hanya saja pelaksanaan berbeda dengan Konferensi sebelum. Kali ini konkab digelar secara virtual atau online.
“Alhamdulillah pelaksanaan Konkab berhasil digelar dengan sukses. Dan berhasil mengantarkan kepengurusan yang baru,” Kata Ade Dasmana Selasa (18/1/2021)
Pada Konkab yang digelar secara virtual itu muncul dua kandidat calon ketua yakni Akhmad Juhana MMPd sebagai petahana dan Dedi Abdullah sebagai calon baru yang sebelumnya menjabat sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.
Sedangkan di posisi wakil ketua ada nama Undang Arifin dan Jajang Iskandar MSi dan di posisi sekretaris ada nama H Ade Dasmana MPdI, Msi.
Dalam pemilihan yang dihadiri pengurus PGRI Provinsi Jawa barat itu dan sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya, Akhmad Juhana memenangkan suara mayoritas pemilih. Dari 1250 hak pilih hampir 1000 orang pemegang hak pilih menentukan pilihan pada Akhmad Juhana.
Untuk itu panitia pelaksana Konkab memutuskan kepengurusan baru PGRI untuk masa bakti XXII tahun 2020-2025 yakni Akhmad Juhana sebagai ketua, Undang Arifin ketua 1 dan Jajang Iskandar Ketua dua. Untuk posisi sekretaris dijabat oleh Ade Dasmana.
“Agenda Konkab yang paling esensial ada 3, pertama Laporan pertanggung jawaban pengurus PGRI masa bakti XXI. Kedua menyusun program kerja untuk 5 tahun kedepan. Dan ketiaga pemelihan pengurus masa bakti XXII tahun 2020-20225,” katanya.
Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya terpilih, H Akhmad Juhana mengaku bersyukur bisa kembali dipercaya oleh para guru untuk memimpin PGRI lima tahun ke depan.
“Perjalanan satu periode alhamdulillah bisa terselesaikan dengan mempersembahkan berbagai pencapaian kepengurusan, ” kayanya.
Sejauh ini PGRI kata dia selalu mengikuti kebijakan organisasi baik di tingkat pusat atau pun provinsi. PGRI juga sudah bisa merenovasi wisma guru yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya. Dan PGRI bisa membeli tanah tambahan aset di Singaparna.
“Kami juga terus memperjuangkan kepentingan guru dan tenaga kependidikan dan ikut mengawal kebijakan pemerintah di daerah,” Katanya.
Akhmad Juhana mengajak semua elemen pendidikan utamanya anggota PGRI untuk saling bergandengan tangan membesarkan PGRI dan terus berjuang untuk kepentingan pendidikan yang lebih berkualitas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. ***












