KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat bersama Jurnalis Hukum Bandung (JHB) akan memenuhi undangan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk membawa gagasan perlindungan masyarakat dari ancaman kejahatan berbasis Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan, sekaligus menjajaki kerja sama program edukasi keamanan digital.
Pertemuan di Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026. Forum tersebut rencananya bakal digelar PWI Jabar dan JHB pada Kamis, 29 Oktober 2026 mendatang di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 56, Kota Bandung.
Dalam audiensinya, delegasi jurnalis menyodorkan lima materi presentasi dihadapan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria. Adapun tema utama yang diusung yakni “Mitigasi Risiko Era AI: Penguatan Perlindungan Publik dan Keamanan Finansial Guna Mendorong Transaksi Digital yang Aman”.
Sorotan utama tertuju pada maraknya penipuan berteknologi tinggi. Saat ini, para pelaku kejahatan makin canggih dengan memanfaatkan AI untuk meniru suara, memalsukan wajah via deepfake, hingga memanipulasi bukti transfer keuangan yang kian sulit dibedakan oleh masyarakat awam.
Ancaman kejahatan siber ini sejalan dengan data memprihatinkan milik Komdigi.
Berdasarkan catatan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan Satgas PASTI, kerugian masyarakat akibat kejahatan siber hingga April 2026 tercatat menembus angka fantastis, yakni Rp 9,5 triliun.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat sejak November 2024 hingga akhir September 2026, IASC telah menerima 702.342 laporan penipuan. Dampaknya, sebanyak 702.833 rekening terpaksa diblokir dengan total dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp 811,1 miliar.
Melihat kondisi tersebut, edukasi masif dinilai sangat mendesak agar masyarakat bisa membentengi diri sebelum menjadi korban kerugian finansial.
Ketua Panitia BDSF 2026, Yedi Supriyadi menegaskan, BDSF 2026 dirancang bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wadah pembekalan pengetahuan praktis bagi masyarakat luas, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
”Harapan PWI Jabar dan JHB, forum ini tak berhenti sebatas seremoni,” tegas Yedi.
Yedi mencontohkan, bagi pedagang UMKM, kebiasaan mengecek saldo masuk secara langsung di rekening sebelum menyerahkan barang harus menjadi standar baku.
Pasalnya, struk atau tampilan bukti transfer di layar ponsel pintar kini sangat mudah direkayasa.
Komitmen itulah yang dibawa PWI Jabar dan JHB ke hadapan Komdigi. Pihaknya mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan, di antaranya penyusunan modul literasi AI, kampanye pencegahan penipuan melalui media massa, hingga penguatan saluran pengaduan yang terintegrasi langsung dengan IASC.
Tak hanya itu, gelaran BDSF 2026 mendatang di Bandung juga bakal diwarnai dengan Deklarasi Bersama yang melibatkan Pemkot Bandung, Komdigi, OJK, bank bjb, bjb syariah, Telkomsel, Polrestabes Bandung, Kejaksaan, PWI Jawa Barat, dan JHB.
PWI Jabar dan JHB berharap, inisiasi program keamanan digital yang dimulai dari Kota Bandung ini dapat bergulir secara nasional demi melindungi masyarakat dari cengkeraman kejahatan finansial berbasis AI. ***







