oleh

Asesmen Badan Geologi: Batuan Lunak Pasir Angin Mudah Meloloskan Material Longsor

KAPOL.ID–Senin (19/10/2020), Posyan MDMC dan LazisMu di Mekarsari, Sepatnunggal, kedatangan petugas BPBD dan Badan Geologi. Tiga orang dari BPBD dan empat orang dari Badan Geologi. Semua bertujuan untuk mengasesmen titik-titik longsor.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD, Adi Githa Nugraha mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran MDMC Kabupaten Tasikmalaya, yang dibantu juga oleh MDMC dari Yogyakarta, di Kecamatan Sodonghilir, Desa Sepatnunggal.

“Pada prinsipnya kami juga dari BPBD pada hari ini akan menerjunkan tim untuk membantu MDMC, bersama-sama di sini untuk menanggulangi kerentanan yang ada di wilayah longsoran ini,” ujar Adi kemudian.

Bantuan yang Adi maksud datang sehari kemudian, Selasa (20/10/2020); berupa alat masak untuk dapur umum Posyan MDMC dan LazisMu. Pada hari yang sama relawan MDMC Yogyakarta meninggalkan Posyan, beserta peralatan dapur umum yang digunakan selama seminggu pertama.

MDMC dan LazisMu Kabupaten Tasikmalaya sendiri membuka Posyan di Mekarsari, Sepatnunggal, Sodonghilir; untuk 14 hari. Dengan opsi perpanjangan, sejauh diperlukan.

Adi Githa Nugraha, Kasi Kesiapsiagaan BPBD.

Adapun BPBD, aku Adi, belum akan melakukan tindakan guna mengurangi resiko yang diakibatkan oleh potensi bencana susulan. Pihaknya akan menunggu rekomendasi atas asesmen Badan Geologi, dari Bandung.

“Mereka (Badan Geologi) melakukan asesmen wilayah ini. Kami tinggal menunggu rekomemdasi, sehinggan tindakan apa yang mungkin kita akan dilaksanakan bersama-sama, dengan pemerintah desa juga. Harapannya, MDMC dapat bersama-sama bersama kami dalam konteks darurat di daerah ini,” sambung Adi.

Asep Nursalim, Penyidik Bumi Muda Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Di lain pihak, Penyidik Bumi Muda Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Asep Nursalin melihat masih berpotensi terjadi pergerakan tahan di bekas longsoran, secara visual. Karena karakter batuan di daerah Sepatnunggal mudah meloloskan material-material.

“Tadi saya lihat ada batuan yang lunak. Yang kerasnya di atas, yang lunaknya di bawah. Itu sangat memungkinkan untuk terjadi longsoran,” ujar Asep.

Sekalipun demikian, Asep belum berani menerbitkan rekomendasi resmi kepada pihak manapun. Karena secara prosedur standar operasional, ia mesti melapor kepada pimpinannya. Di samping itu, masih banyak titik longsor yang mesti ia asesmen.

“Untuk rekomendasi, sementara, mungkin untuk relawan MDMC, kalau membersihkan material longsoran, jangan pas lagi hujan,” tandas Asep.

[Tunggu Sambungannya]

Komentar