Baca Doa Semua Agama dalam Satu Acara, Ketua FKUB: “Silakan Kalau tidak Membosankan”

  • Bagikan
Ketua FKUB Kabupaten Tasikmalaya membolehkan membaca doa semua agama dalam satu acara, seperti parade doa. Itu pun jika situasi dan kondisinya mengharapkan demikian. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Beberapa hari lalu, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meminta jajaran Kementerian Agama agar membacakan doa dari semua agama dalam satu acara. Permintaan itu menuai beragam tanggapan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya, K. H. Edeng ZA menanggapi; bahwa itu boleh-boleh saja. Walaupun tetap sesuai situasi dan kondisi juga.

Dalam kata lain, kata Edeng, kalau memang dalam satu acara semua agama hadir, boleh-boleh saja mereka bergantian berdoa. Tapi kalau yang hadir cuma umat Nasrani atau umat Islam, yang pas dibacakan tentu doa umat tersebut.

“Kalau semua agama ada, nggak apa-apa, kalau memang tidak membosankan, silahkan saja masing-masing berdoa, seperti parade doa kalau memang itu diinginkan,” ujar Edeng.

Tetapi sejatinya bisa saja hanya doa umat yang mayoritas hadir dalam suatu acara yang dibacakan. Doa satu agama untuk mewakili semua yang ada.

“Kalau misalkan yang hadir itu mayoritas muslim, biasanya doanya diwakili oleh muslim. Yang lain silahkan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” tukasnya.

Yaqut sendiri kemudian mengklarifikasi bahwa permintaan pembacaan doa semua agama dalam satu acara, itu khusus untuk agenda-agenda internal Kementerian Agama.

  • Bagikan