Basarnas Gelar Pembinaan Potensi Dasar Teknik Pertolongan di Ketinggian

  • Bagikan
Pos SAR Basarnas meggelar pembinaan potensi dasar pada bidang teknik pertolongan di ketinggian. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskadnar)

KAPOL.ID—Kabupaten Tasikmalaya menyongsong musim penghujan. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, mengingat Kabupaten Tasikmalaya termasuk wilayah rawan bencana, Basarnas melakukan berbagai persiapan.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menggelar pembinaan potensi dasar pada bidang teknik pertolongan di ketinggian. Agenda yang akan berjalan tiga hari ke depan ini terselenggara atas kerja sama dengan Direktorat Bina Potensi Basarnas.

Pembukaan pembinaan berlangsung Senin (6/9/2021) di Kantor SAR Bandung, Mangunreja. Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah menekankan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri.

Karena itu, Deden merasa bahwa pihaknya perlu bersinergi dengan semua elemen pontensi SAR; seperti BNPB, BPBD, Tagana, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan organisasi masyarakat lainnya.

“Tentunya dengan melihat situasi dan kondisi cuaca seperti ini, kami terus melakukan koordinasi. Kami juga tetap melakukan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia, walaupun memang situasinya masih di tengah pandemi Covid-19,” ujar Deden.

Pelatihan atau pembinaan sendiri, kata Deden lebih lanjut, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini tidak hanya berlaku di Kabupaten Tasikmalaya, melainkan di kabupaten lain se-Jawa Barat.

“Di Jawa Barat kan Kabupaten Tasik ini bukan satu-satunya daerah yang rawan bencana. Tetapi ada daerah lain seperti Cianjur, Karawang dan Sumedang. Makanya kami terus berkoordinasi untuk menjalin sinergitas dan soliditas,” tandasnya.

Toriq Hidayat, Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil XI yang berkesempatan hadir mengaku pihaknya ikut andil memperjuangkan anggaran kegiatan-kegiatan semacam pelatihan tersebut, melalui beberapa kali rapat. Dirinya bahkan meminta perhatian yang lebih untuk Kabupaten Tasikmalaya.

“Jadi wajar jika kami minta lebih dari yang lain, karena menurut data, Kabupaten Tasik ini daerah rawan bencana kedua di tingkat nasional. Maka, pelatihan seperti ini sangat penting dari berbagai hal, termasuk fasilitas. Fasilitas itu kalau tidak ada orang terlatih, percuma, tidak ada artinya,” ujar Toriq.

Torik juga berharap agar ke depan pelatihan seperti yang Basarnas selenggarakan dapat terus berlanjut, termasuk dengan Ormas dan pihak lain. Walaupun memang anggarannya sangat terbatas, karena terimbas refocussing akibat pandemi Covid-19.

  • Bagikan