PENDIDIKAN

Pembelajaran Tatap Muka Disimulasikan di Dua SMA Kota Sukabumi

×

Pembelajaran Tatap Muka Disimulasikan di Dua SMA Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Aktivitas pembelajaran tatap muka di Kota Sukabumi sedang dipersiapkan dalam waktu dekat ini. Namun pelaksanaannya harus memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memimpin rapat kordinasi tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka itu, Selasa (4/8/2020) di Oproom Setda Kota Sukabumi didampingi Sekretaris Daerah, Dida Sembada dan Kepala Dinas Pendidikan, Hj. Nicke Siti Rahayu.

Menurut Wali Kota, Menteri Pendidikan saat berkunjung ke kota Sukabumi bersama rombongan Wakil Presiden RI, disaksika gubernur Jawa barat, menyatakan jangan dulu melakukan pembelajaran secara langsung atau tatap muka.

Namun, arahan gubernur, pendidikan tatap muka akan dilakukan oleh sekolah pada tanggal 8 Agustus tapi bagi sekolah yang siap dan kecamatan yang siap, dengan catatan hanya SMA sederajat terlebih dahulu.

“Hasil audiensi kami dengan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, menyampaikan bahwa Dinas pendidikan mendesak untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka, dan Gubernur Jawa barat menyampaikan, kebijakannya diserahkan kebijakannya kepada pemerintah daerah kota Sukabumi,” katanya.

Gubernur, kata Wali Kota, menitipkan satu hal, yakni pembelajaran dilaksanakan 50% dari jumlah siswa per kelas, dilakukan hanya 4 jam, dan tidak ada istirahat.

Kebijakannya pun dipersilakan kepada sekolah yang sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka. Namun Gubernur tidak menekankan. Sisanya yang tidak melakukan pembelajaran tatap muka silakan melakukan pembelajaran melalui daring.

“Sampai dengan saat ini Pemerintah Daerah Kota Sukabumi belum menentukan kapan pembelajaran tatap muka akan dilakukan, jadi mari kita diskusikan dan bicarakan serta berkomitmen dengan semua pihak. Berdasarkan SKB 4 Menteri bahwa tetap pembelajaran masih dilakukan hanya 50%, dan itu kita sepakati menjadi acuan dalam pembelajaran tatap muka,” ujar H. Achmad Fahmi menandaskan.

Kepala Cabang Dinas Pendidika Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni menindaklanjuti kunjungan Gubernur ke kota Sukabumi, tentang pembelajaran, pihaknya tetap melaksanakan ketentuan sesuai surat edaran dari Wali Kota untuk tidak dulu melakukan pembelajaran tatap muka.

“Tapi kami melakukan simulasi di dua sekolah oleh kelas 10, yakni SMA Negeri 4 dan SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, dengan pembelajaran 10 siswa per kelas tentunya tetap melakukan protokol kesehatan, dan hasil evaluasi kami siswa dapat melakukan pembelajaran dan mereka merasa enjoy. Itu pun diantarkan oleh orang tua dan dijemput kembali,” ujarnya.

Nonong mengusulkan kepada Wali Kota Sukabumi, di sekolah yang sudah melakukan simulasi pembelajaran sebaiknya diberikan izin untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sedangkan Plt. Kadis Kesehatan, dr. Rita menjelaskan hasil analisa tentanh Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Artinya, semua pihak harus melakukan penyesuaian beradaptasi dengan keadaan.

Tampak hadir pula dalam rapat koordinasi itu, Plt Kepala Bappeda, H. Andang, Hj. Fitri Hayati Fahmi S.Ag (Bunda Paud Kota Sukabumi), dan pemangku kepentingan terkait lainnya.