Undang (56), seorang ayah tiga orang anak perempuan warga Dusun Cieurih, Desa Cipancar, Kec. Sumedan Selatan.
Pria yang sebelumnya sebagai supir angkutan kota (angkot) itu telah terdaftar sebagai peserta JKN KIS dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.
Undang bercerita, bahwa sudah dua tahun memanfaatkan kartu JKN-KIS untuk menjalani terapi hemodialisa atau cuci darah.
Semua itu berawal saat Undang merasakan ada yang tidak beres dengan kondisi tubuhnya.
Dengan apa yang sudah dirasakan oleh Undang, akhirnya dirinya memberanikan diri untuk mendatangi rumah sakit untuk mengecek penyakit yang dirasakan olehnya.
“Awalnya saya memberanikan diri untuk periksa ke dokter karena merasa ada yang tidak beres pada tubuh saya. Saya merasa mudah Lelah dan sering sesak nafas. Setelah dilakukan pemeriksaan beberapa kali, dokter menyatakan saya menderita gagal ginjal dan harus menjalankan terapi cuci darah,” kata Undang, Selasa (10/12/2019).
Setelah mengetahui hasil pemeriksaan dokter, atas saran keluarga, Undang hanya menjalani pengobatan alternatif untuk menangani penyakitnya tersebut.
Dirinya tidak ingin langsung melakukan cuci darah, karena menurutnya tindakan tersebut pasti mengeluarkan biaya yang sangat besar.
Akhirnya, kondisi Undang tidak kunjung membaik dan kembali memburuk.
“Saya dulu bingung, karena menurut kabar, biaya terapi cuci darah itu sangat mahal. Sekali tindakan bisa menghabiskan lebih dari Rp 1 juta, bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika dalam seminggu harus menjalani dua kali terapi. Saya orang tidak mampu, khawatir biaya cuci darah tidak dijamin BPJS Kesehatan. Tapi setelah diberitahu dokter bahwa pengobatan ini dijamin Program JKN-KIS saya merasa lega sekali,” tutur Undang.
Undang merasa beruntung sekali terdaftar dalam Program JKN-KIS.
Dikatakan, jika bukan karena peran pemerintah yang telah mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN-KIS, ia sudah tidak tahu apakah dirinya bisa sebugar seperti sekarang atau bahkan kondisinya lebih memburuk.
“Jika saya tidak memiliki kartu JKN-KIS, mungkin saya tidak dapat bertahan sampai sekarang. Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang memperhatikan rakyat miskin seperti saya. Adanya program JKN-KIS ini sangat menolong apalagi yang menderita penyakit berbiaya mahal seperti saya,” lanjutnya.
Menurut Undang, pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada peserta Program JKN KIS sudah baik dengan prosedur yang dirasa tidak menyulitkan. Selama mendapatkan pelayanan hemodialisa di RSUD Sumedang, Undang mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya sedikitpun, semua biaya ditanggung JKN-KIS dan pelayanannya sangat baik.
“Saya merasa bersyukur dan terbantu dengan adanya Program JKN KIS ini, saya juga menyampaikan salam terima kasihnya kepada Pemerintah yang selalu rutin membayar iuran setiap bulannya,” ujarnya. (Kp-2)***
Support KAPOL with subscribe, like, share and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/












