Bukit Panyangrayan, Objek Wisata Potensial dengan Keindahan Alam

  • Bagikan
Salah satu objek wisata potensial Kabupaten Tasikmalaya, Bukit Panyangrayan.

KAPOL.ID–Bukit Panyangrayan di Kampung Sadaukir, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja menyuguhkan pesona alam yang luar biasa. Lokasi wisata murah meriah ini bisa memuaskan pengunjung dengan suguhan keindahan alam yang menakjubkan.

Objek wisata yang hanya berjarak 15 Km dari Kota Tasikmalaya itu wisatawan bisa menikmati indahnya alam dari ketinggian. Sejauh mata memandang melihat hijaunya alam pedesaan dan lekukan sungai Ciwulan.

Bahkan pada saat fajar menyingsing, bukit Panyangrayan diselimuti awan. Ketika duduk di saung atau nongkrong di atas bukit serasa berada di negeri awan. Indah bukan?

Objek wisata yang masih belum diketahui banyak orang itu awalnya kebun pepaya dengan luas 6 hektare. Lahan berbukit itu kini ditata menjadi objek wisata alam.

Ialah Supriadi (54) atau karib disapa Bah Upril yang mengawali mengolah lahan belantara menjadi lahan produktif dan kini berkembang jadi objek wisata.

Tahun 2016, Bah Upril bersama lima anaknya ngabaladah atau membabat hutan rimba untuk menanam pohon pepaya. Warga Kampung Cibenda Desa Sukapura itu pun rela tinggal di semak belukar saat mengolah hutan dan tidak pulang ke rumah.

Saat masih produktif, Bah Upril bisa mengirim 2 ton pepaya ke wilayah Kota Tasikmalaya dalam seminggu. Hasil yang sangat sebanding dengan usaha yang dibaktikan dalam mengolah lahan.

“Alhamdulillah kantos ngunteungkeun pisan kanggo kahirupan abdi sekeluarga, tiasa panen 2 ton samingon,” katanya.

Hamparan kebun pepaya itu sangat memanjakan mata, karena kontur tanahnya berbukit bukit. Pada tahun 2017 ada masyarakat yang menyarankan kawasan tersebut dijadikan objek wisata.

Bah Upril bersama anak-anaknya mengikuti saran tersebut. Ia pun melakukan penataan dan membangun spot-spot khusus di lokasi yang dianggap menarik dengan dibantu warga dan mahasiswa.

Tahun 2018 pengunjung mulai datang namun tidak begitu banyak. Pada 2019 baru banyak dikunjungi wisatawan. Apalagi pada Sabtu dan Minggu.

Ia pun kembali menambah wahana di lokasi tersebut dengan membuat kolam renang untuk anak dan juga dewasa. Kini ia pun berencana untuk membangun kembali kolam renang yang lebih besar.

“Pada saat pandemi sekarang ini pengunjung yang datang baru sebanyak 50 orang saja, tiap harinya. Tapi kalau belum masa pandemi untuk hari Sabtu dan Minggu pengunjung bisa sampai 700 bahkan sampai 1.000,” terangnya.

Untuk bisa masuk lokasi, pengunjung hanya membayar Rp 3.000 per orang. Namun pemandangan yang disuguhkan jauh lebih besar nilainya.

Alam yang asri, udara segar dengan oksigen alam yang berlimpah membuat betah berlama-lama tinggal di kawasan tersebut.

Saat ini pengelolaan kawasan tersebut dikerjasamakan dengan karang taruna setempat. Pihak Desa mulai melakukan penataan dengan membangun jalan setapak menuju lokasi.

Saat masuk kawasan wisata, pengunjung berjalan menapaki bukit yang dikelilingi pohon pepaya. Olah raga kardio membuat otot jantung sehat.

Bagi yang ingin memesan nasi liwet di lokasi tersebut pun sudah tersedia dengan harga yang sangat terjangkau. Ketika tidak membawa dari rumah bisa merasakan nikmatnya botram di tengah hutan yang asri dan indah. Sebuah pengalaman yang luar biasa.

Bah Upril berharap ke depan Bukit Panyangrayan bisa berkembang menjadi objek wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya dan menjadi tujuan banyak wisatawan.

Ketua Karang Taruna Sukaraja, Angga Setiawan sangat mendukung pengembangan objek wisata Bukit Panyangrayan apalagi pengelolaan dilakukan bersama Karang Taruna.

Ia berharap ke depan objek wisata tersebut bisa berkembang menjadi wisata agro dengan aneka buah. Selain menikmati keindahan alam pengunjung juga bisa merasakan sensasi panen buah. Saat ini baru buah pepaya.

“Harapan kami Bukit Panyangrayan ini bisa jadi objek wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya. Karena alamnya sangat luar biasa indah,” ujarnya.***

  • Bagikan