KANAL  

Bupati Cianjur Ngantor di Desa, “Ngaliwet”

IST

KAPOL.ID – Agenda rutin Bupati Cianjur, Herman Suherman berkantor di desa direspons positif warga dengan aneka cara.

Salah satunya, dilakukan spontan puluhan warga Sukamulya Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Mereka menyetop rombongan orang nomor satu di Cianjur tersebut, lalu mengajaknya makan liwet bareng beralas daun pisang.

Aksi spontan warga yang dipimpin Asep Sutisna (47) itu dilakukan saat Bupati Herman selesai berkantor di desa untuk kembali ke kediamannya.

Warga sendiri awalnya ragu, apakah Bupati bersedia turun dari mobilnya atau tidak saat warga mencegatnya. Apalagi, kegiatan tersebut di luar agenda resminya.

“Alhamdulillah, warga mendapat dua kebahagiaan hari ini. Pertama, bahagia karena Pak Bupati Herman sudah bersedia datang ke kampung kami. Kedua, bahagia karena ajakan kami untuk makan liwet bareng warga itu ternyata disambut baik Pak Bupati. Beliau tampak menikmati liwet kami meskipun penyajiannya di atas daun pisang,” kata Asep.

Dari respons baik Bupati Herman itulah, kata Asep, warga Sidamulya Desa Girimulya itu merasa tak salah memilih pemimpinnya.

“Beliau itu ternyata sangat santun, sederhana, merakyat, peduli dan jauh dari sikap sombong. Jadi, wajar kalo kami sangat mencintai dan hormat kepada pemimpin seperti Pak Herman,” katanya.

Sikap senada disampaikan Kepala Desa Girimulya, Dading, yang mengaku tidak tahu jika ada warganya mengambil inisiatif untuk mencegat Bupati dan mengajaknya makan liwet bareng.

“Jujur, saya baru tahu, saat saya melihat ada kerumunan warga yang ternyata mau mencegat Pak Bupati,” ujarnya.

Terkait dengan aksi spontan warga mengajak makan liwet bareng pun, kata Dading, baru tahu setelah romongan Bupati berhenti, dan warga ternyata sudah menyiapkan liwet untuk dimakan bareng bupati.

“Semula saya sempat was-was dengan aksi warga itu, karena tak termasuk dalam rangkaian agenda Pak Bupati. Tapi, saya merasa sangat senang dan terharu saat Pak Bupati ternyata menikmati ajakan warga tersebut dengan ikut makan bareng warga,” ungkapnya.

Apalagi, kata Dading, saat Bupati menyuapi secara simbolik kepada salah satu warganya yang dianggap paling sepuh. Setelah sebelumnya, Bupati pun dengan penuh kesabaran menyalami satu per satu warga yang mendekatinya.

Sementara itu, Bupati Herman yang awalnya sempat kaget dicegat warga, mengaku sangat senang melihat cara warganya menghormati dan mencintai pemimpinnya.

Apalagi, saat warga itu menggiring dan mengajak saya untuk makan liwet bareng.

“Yang pasti, sambutan warga yang luar biasa itu, tak boleh membuat saya terlena. Justru, ini memberi pesan kepada saya sebagai bupati untuk makin serius dan makin besar tanggungjawab saya kepada rakyat,” ujarnya. ***