Bupati Garut: Tempat Wisata Dibuka, Harus Ada Kawasan Prokes

  • Bagikan

KAPOL.ID – Bupati Garut, Rudy Gunawan menuturkan, pada masa PPKM Level 2 Pemerintah Kabupaten Garut sudah mengijinkan sejumlah tempat wisata untuk dibuka.

Dengan catatan katanya, sejumlah tempat wisata harus memiliki kawasan patuh Prokes (KPP) yang fungsinya untuk memantau penerapan Prokes dilokasi tersebut.

“Pokoknya semua tempat wisata di Kabupaten Garut silahkan dibuka. Tapi khususnya tempat wisata yang bakal mengundang kerumunan masa, seperti Papandayan harus ada KPP nya dulu serta bisa dilengkapi dengan kelengkapan Prokes sepeti thermo gun, termasuk ada petugas yang berhubungan dengan penanggung jawabnya,” tutur Rudy, saat menggelar Rakor terbatas terkait PPKM level 2 bersama unsur Forkopimda Garut, di Ruang Rapat Pemkab, Jl. Pembangunan Garut, Rabu (25/8/2021).

Ada tiga hal subtansial yang menjadi bahasan pokok dalam Rakor terbatas saat itu, selain masalah pariwisata, dibahas pula masalah sekolah dan industri.

Seperti dikatakannya, saat ini Pemkab Garut tengah fokus untuk mengoptimalkan penyelenggaraan PPKM level 2.

Pertama katanya, untuk pariwisata Pemkab Garut sudah memperbolehkan sejumlah tempat wisata untuk buka, tapi harus diawali dengan assesment daftar checklist yang harus dipenuhi oleh para pengusaha tempat wisata.

Tujuan adanya assessment sendiri lanjut Rudy, agar nantinya tidak ada lagi tutup buka serta untuk menghindari terjadinya kluster baru. “Nah, nanti protokol kesehatannya akan diasesmen dulu oleh Tim Satgas dan dinas teknis terkait,” tuturnya.

Dari daftar checklist yang tersedia juga lanjut Rudy, nantinya bisa terlihat prosedur-prosedur Prokes yang harus ada dan bisa diterapkan di sejumlah tempat wisata, seperti ketersediaan alat pengukur suhu tubuh, mampu menjaga jarak dan lain sebagainya.

Adapun yang berhubungan dengan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) yang telah berjalan selama 10 hari lanjut Rudy, ia menilai bahwa hasil evaluasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Garut sangat baik, karena memang ada dukungan para orang tua siswa sendiri yang telah lama berharap PTM bisa dimulai.

Meski demikian Ruyi masih merasa ada sedikit kehawatiran akan pelaksanaan PTM di masa PPKM level 2.

Kehawatiran tersebut, ditakutkan masih adanya penularan Covid-19 dilingkungan sekolah, terutama yang dibawa dari lingkungan keluarga di rumah ke sekolah.

Itu alasannya, Rudy mengimbau kepada para orang tua siswa agar tetap bisa menjaga putra-putrinya saat berada di rumah, atau ketika putra-putrinya bermain di luar rumah.

“Kami mengimbau para orang tua agar bisa memberikan pengertian kepada putra-putrinya, agar setiap kali pulang sekolah untuk langsung pulang ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya.***

  • Bagikan