BISNIS

Dari Banten, Kerjasama Pengendalian Inflasi ke Ciamis

×

Dari Banten, Kerjasama Pengendalian Inflasi ke Ciamis

Sebarkan artikel ini
Rombongan TPID Banten mengunjungi sejumlah klaster pengendalian inflasi di Kabupaten Ciamis, Rabu (22/7/2026).*

KAPOL.ID –
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Banten menyepakati Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas cabai, Rabu (22/7/2026). Diantaranya kesepakatan BUMD Pangan Kabupaten Tangerang dengan Gapoktan Karangsari Kabupaten Ciamis.

“Beberapa poin kerjasama yakni pengembangan komoditas pangan strategis, penguatan kelembagaan petani dan peternak.”

“Serta pembangunan konektivitas antara daerah produsen dan daerah konsumen,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antara daerah. Kabupaten Ciamis sebagai daerah produsen dan Kabupaten Tangerang sebagai daerah konsumen.

Dan diharapkan mampu memperkuat kesinambungan pasokan, memperlancar distribusi. Kemudian memperluas akses pasar bagi petani, serta mendukung pengendalian inflasi pangan secara berkelanjutan.

Rombongan asal Provinsi Banten mengunjungi beberapa titik klaster pengendalian inflasi. Seperti Klaster Cabai Karangsari dan Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC) di Kabupaten Ciamis.

“Bank Indonesia memandang pengembangan klaster pangan dan perluasan KAD merupakan instrumen strategis. Dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

Azhar menegaskan, pengendalian inflasi memerlukan sinergi yang kuat, konsisten, dan berorientasi pada hasil. Pertukaran praktik baik antardaerah diharapkan dapat mendorong replikasi program pengendalian inflasi yang efektif.

“Sinergi dengan perangkat daerah juga menjadi faktor penting dalam pengembangan klaster. Dukungan berupa pendampingan budidaya, penguatan kapasitas petani.”

“Lalu fasilitasi sarana produksi, serta perluasan akses pasar dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing,” katanya.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas pasokan pangan perlu dibangun melalui ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Karangsari

Pada kunjungan ke Gapoktan Karangsari, TPID se-Provinsi Banten mendapar gambaran pengembangan klaster cabai. Melalui kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan terkait.

“Gapoktan Karangsari memiliki sekitar 50 anggota aktif dengan total luas lahan budidaya mencapai 40-45 hektare. Pada masa panen puncak, produksi cabai mampu mencapai sekitar 2 hingga 2,5 ton per hari,” ujar Azhar.

Capaian tersebut menempatkan Gapoktan Karangsari sebagai salah satu sentra produksi cabai di Kabupaten Ciamis. Yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan industri pangan. Kelompok tani tersebut juga pernah melakukan ekspor ke Singapura.

“Pengembangan klaster cabai juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Sehingga mendukung regenerasi petani dan keberlanjutan produksi komoditas pangan strategis,” katanya. ***