KAPOL.ID — Bertempat di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Sumedang, sejumlah pelajar SLTA yang diduga akan ikut serta dalam rencana aksi demonstrasi langsung diamankan untuk diberikan edukasi.
Menurut, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah, menjelaskan bahwa pihaknya bersama kepolisian dan perlindungan anak berpatroli di berbagai titik. Ketika menemukan rombongan pelajar yang diduga hendak ikut demo, mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan asesmen dan pembinaan.
“Mereka ini kan masih jiwa muda, masih labil, mudah ikut-ikutan. Jadi kita edukasi, dicatat, nanti dipanggil pihak sekolah dan orang tua supaya ada pembinaan bersama,” ujar Deni.
Menurutnya, hingga siang ini ada sekitar 25 pelajar yang dibawa untuk diberi arahan.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, yang turut memantau situasi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif agar para pelajar tidak terbawa arus provokasi yang bisa berujung pada tindakan anarkis.
“Hasil dari tim gabungan, ada sekitar 20–25 pelajar yang kita edukasi agar tidak mudah terhasut oleh provokasi atau tren di media sosial yang sering memamerkan aksi anarkis seolah-olah itu keren. Kita tidak mau masa depan mereka rusak karena hal seperti ini,” tegas Wabup.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Forkopimda akan terus memantau dan melakukan dialog terbuka dengan pihak-pihak terkait agar aksi penyampaian aspirasi tetap berlangsung damai dan tidak disusupi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Alhamdulillah, hingga sore ini kondisi Sumedang tetap kondusif. Sekolah-sekolah tetap berjalan seperti biasa. Kami akan terus melakukan mitigasi agar tidak ada potensi kerusuhan di kemudian hari,” tambahnya.
Sementara itu, pembinaan lebih lanjut kepada para pelajar akan dilakukan bersama pihak sekolah, orang tua, serta DPPKBP3A Kabupaten Sumedang agar mereka mendapatkan arahan yang tepat dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial. ***












