Pada sesi dua, Nursholiha dan Andri Abdillah membahas optimalisasi media sosial sebagai media pemasaran digital, baik dalam bentuk video dan disain grafis. Giliran Taufiq mengisi sesi tiga, menyampaikan strategi digital marketing dalam optimalisasi bisnis digital.
Menurut Taufiq, teknologi komputer hanya salah satu alat untuk memasarkan usaha atau produk. Yang paling penting adalah menggerakkan pasar agar terjadi transaksi untuk memenuhi need and want. Untuk itu maka butuh strategi pemasaran.
Pelaku UMKM Antusias
Para peserta yang merupakan para pelaku UMKM cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun mereka menggeluti usaha yang berbeda-beda. Di antara mereka ada pebisnis pada bidang kuliner, kue, mukena, batik, kelom dan lain sebagainya; baik pengusaha pemula maupun pemain lama, muda dan tua.
Untuk kelancaran pelatihan, panitia melakukan pre test untuk mengetahui atau mengukur sejauh mana pemahaman tentang bisnis digital. Begitu juga setelah pelatihan, kembali ada post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman para peserta terhadap materi pelatihan.
Hasilnya, kebanyakan peserta sudah menggunakan media digital marketing. Hampir 90% menggunakan media sosial sebagai media pemasaran. Namun belum optimal dalam melakukan strategi pemasaran berbasis digital.
“Artinya para peserta baru mampu menggunakan perangkat media digital, utamanya HP, sebagai sarana. Namun dalam melakukan segmentation, targeting, dan positioning sebagai strategi pemasaran, masih di bawah rata-rata. Pascapelatihan dan pendampingan, sekitar 80% dari peserta merasa puas dan paham atas materinya, sehingga merasa yakin untuk dapat mengembangkan usahanya,” tandas Taufiq.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv











