BIROKRASI

Empati pada Korban Gigitan Ular, Asep Sopari Pastikan Biaya Perawatan Aman

×

Empati pada Korban Gigitan Ular, Asep Sopari Pastikan Biaya Perawatan Aman

Sebarkan artikel ini
Korban Gigitan Ular
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi berbincang dengan orang tua korban gigitan ular. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID — Bocah berusia 12 tahun asal Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya; DK sudah 10 hari berbaring di ICU RSUD KHZ Musthafa. Ia harus berjuang berperang melawan bisa ular yang menggigitnya.

Pada hari kesepuluh masa perawatan DK, Rabu (8/4/2026); Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menjenguk ke RSUD KHZ Musthafa. Ia gembira karena DK sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

 

Di antara tanda-tanda itu, DK mulai mampu memberikan respons motorik. Sekalipun otot pernapasannya masih tergolong lemah, paling tidak kemajuan kecil dapat membuat keluarga dan tim medis merasa lega.

Atas kondisi itulah Asep Sopari datang menjenguk pasien. Paling tidak untuk memberi dukungan moril; baik bagi pasien, orang tua pasien, maupun tenaga kesehatan yang menangani pasien di RSUD KHZ Musthafa.

Sebagai bentuk empati, Asep Sopari memastikan pembiayaan DK selama masa perawatan akan aman. Baginya, proses menyelamatkan nyawa tidak boleh terkendala oleh pembiayaan.

“Tadi saya dengar dari pihak rumah sakit bahwa pembiayaannya luar biasa besar. Limit BPJS-nya juga sudah habis. Tapi, kami berupaya agar keluarga tidak terbebani. Inilah bentuk komitmen kami membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujar Asep Sopari.

Selain itu, Asep Sopari juga mengingatkan masyarakat untuk terus waspada. Jangan sampai yang DK alami menimpa orang lain. Pastikan rumah aman dari binatang berbisa.

Ya, DK memang mendapat gigitan ular saat sedang tidur lelap di lantai ruang tengah rumahnya. Padahal di sampingnya ada sang ibu yang sama-sama tidur.

Mereka tidak tahu ada seekor ular masuk ke dalam rumah. Lantas mematuk bagian tangan DK. Rasa sakit patukan ular itulah yang membangunkan DK, kemudian DK membangunkan ibunya.

“Bagi masyarakat untuk terus waspada. Hati-hati sekarang ini musim penghujan. Terutama yang rumahnya dekat sawah atau kolam. Pastikan tidak ada celah binatang berbisa masuk ke dalam rumah,” pesan Asep Sopari.

Sementara Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia mengatakan bahwa DK memang masih dibantu alat pernapasan. Otot pada organ pernapasannya masih lemah. Tapi kesadarannya sudah mulai pulih.

“Pasien sudah membaik. Tadi juga saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, pasien merespon dengan mengangkat tangannya. Kami sangat senang,” kata Elli.

Raut gembira itu didorong oleh perjuangan yang luar biasa. Bukan main, yang masuk ke dalam tubuh DK adalah bisa ular weling, mematikan. Sampai-sampai tim medis harus memberikan dosis anti-venom (ABU) dalam jumlah fantastis.

“Anti-venom yang sudah kami berikan itu sudah 56 vial. Itu sebetulnya persediaan untuk seluruh wilayah Jawa Barat dalam satu bulan. Tapi habis oleh satu orang. Kami lakukan demi menyelamatkan nyawa,” tambah Elli.

Untuk perkembangan selanjutnya, pihak RSUD KHZ Musthafa terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Di samping untuk mendatangkan pasokan anti-venom tambahan secara gratis, juga untuk memastikan kemungkinan pasien dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.

“Untuk proses dirujuk, kami masih menunggu kesiapan di RS Hasan Sadikin. Saat ini memang di sana masih penuh. Kalau kami sudah siap, sehingga ketika ada informasi di sana sudah kosong tinggal berangkat saja,” jelas Elli.

Support  KAPOL with subscribe, like, share, and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv