“Jagung ini juga kami beli dari petani seharga 5.650 rupiah per kilogram. Tapi karena sudah ada subsidi dari pemerintah, peternak nanti belinya sesuai HET saja,” Safruddin memastikan.
Kurang
Ketua Paguyuban Peternak Ayam Ras Petelur Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Dadan Nurdin mengaku bahwa 92 ton untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya masih sangat kurang. Kebutuhan jagung untuk pakan ternak ayam adalah sebanyak 50 persen dari keseluruhan variabel.
“Kalau kebutuhan pakan itu 100 ton, makan 50 ton itu menggunakan jagung. Makanya harga jagung sangat mempengaruhi harga pakan ternak ayam ras yang sudah jadi,” ujar Ahmad.
Sekalipun demikian, Ahmad tetap mensyukuri adanya subsidi jagung. Paling tidak dengan subsidi yang jumlahnya masih terbatas itu, masih dapat menghemat biaya pembelian pakan jadi.
Karena menganggap kurang, Ahmad pun berharap ada subsidi jagung tahap berikutnya. Baginya, subsidi sebesar Rp 1.150 sudah sangat luar biasa, tinggal keberlanjutannya.
“Saat ini kan harga pakan jadi itu Rp 7.400 per kilogram. Kalau bikin sendiri pake bahan baku jagung, harganya bisa Rp 6.800 per kilogram kalau harga jagungnya Rp 4.500 per kilogram. Jadi kami ngirit Rp 600 per kilogram,” pungkas Ahmad.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id












