BISNIS  

Harga Telur Melambung, Pemerintah Subsidi Jagung

Subsidi Jagung
Pemerintah mensubsidi jagung bahan baku pakan ayam ras petelur, Kamis (9/6/2022).

KAPOL.ID–Harga telur ayam masih mahal di pasaran. Melambungnya harga tersebut sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. Masyarakat dan pengusaha makanan berbahan dasar telur ayam pun banyak yang mengeluhkannya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah untuk mensubsidi jagung sebagai pakan ternak. Untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, jagung bersubsidi sebanyak 92 ton telah terdistribusikan melalui Perum Bulog Kantor Cabang Ciamis, Kamis (9/6/2022) sore.

Penerima jagung bersubsidi tersebut adalah Paguyuban Peternak Ayam Ras Petelur Kabupaten Tasikmalaya. Sementara, penyimpanan jagung di gudang paguyuban, Jalan Raya Singaparna-Garut.

“Hari ini sebetilnya kami distribusikan sebanyak 509 ton. Sesuai surat yang kami terima, dari 509 ton itu untuk Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 92 ton, Ciamis 396 ton dan 21 ton untuk Kabupaten Garut,” terang Kepala Cabang Bulog Ciamis, Safaruddin.

Pemerintah mensubsidi jagung disebabkan oleh mahalnya pakan ayam yang menjadi pemicu tingginya harga telur. Jika pakan murah, maka pemerintah berharap harga telur pun akan ikut turun.

Adapun 92 ton jagung bersubsidi, nantinya akan didistribusikan kepada 30 peternak ayam ras yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Ayam Ras Petelur Kabupaten Tasikmalaya. Jagungnya sendiri, kata Safaruddin, hasil produksi lokal Kabupaten Garut.

Harga

Dengan adanya subsidi dari pemerintah sebesar Rp 1.150, pengusaha ternak ayam ras masih bisa membeli jagung sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 4.500 per kilogram. Jika tanpa subsidi, maka petani harus membeli jagung dengan harga lebih tinggi, yaitu Rp 5.650 per kilogram.