KAPOL.ID –
Hari ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya, kasus positif Covid-19 bertambah dua orang yakni satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.
Kedua pasien kini mendapatkan perawatan di ruang isolasi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
“Hasil Swab-nya baru keluar 11 Mei kemarin untuk yang perempuan. Ia masih tenaga kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat, Selasa (12/5/2020).
Penemuan dua kasus tersebut, bukan dari klaster baru. Masih dalam tracing pasien positif sebelumnya.
“Satu kontak erat dengan pasien klaster Lembang, satu lagi tenaga kesehatan. Masih terus didalami penularannya, namun belum katagori transmisi lokal generasi ketiga,” katanya.
Total kumulatif pasien positif menjadi 33 orang, 23 diantaranya dari hasil lab, dan 10 dari Rapid test.
Dari total tersebut 19 pasien dalam perawatan di beberapa rumah sakit. Sembuh 11 orang, sisanya meninggal dunia.
Sementara pasien dalam pengawasan (PDP), sudah selesai semua dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit. Sementara dari total 34 orang, lima diantaranya meninggal dunia.
Uus mengatakan, fenomena berkerumun di pusat kota juga bakal menjadi kekhawatiran tersendiri. Bahkan direncanakan untuk melakukan tes massal warga secara acak.
“Bisa itu di pusat kota, ataupun lokasi lainnya dimana banyak orang berkerumun. Ini juga masih kita bahas di internal,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, pemerintah juga sudah mengevaluasi berjalannya PSBB. Masyarakat yang sudah mendapatkan bansos diharapkan lebih banyak diam di rumah.
“Belanjakan di wilayah sekitar, hidupkan perekonomian dengan membelanjakan sembako. Jangan ke pusat kota dan menimbulkan kerumunan,” ujarnya. ***












