KABAR PEDESAAN

Jompo di Kawalu Khawatir Anak Dirumahkan, Istrinya Hendak Melahirkan

×

Jompo di Kawalu Khawatir Anak Dirumahkan, Istrinya Hendak Melahirkan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID
Ny. Totoh (71) hanya berpasrah pada nasib. Warga Kampung Rancabeureum RT 03/13 Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya tak bisa berbuat banyak.

Kedua matanya tak lagi awas sepeninggal suaminya. Aktifitasnya juga terbatas, tak kuat berjalan jauh karena usia dan kondisi fisiknya.

Sementara pekerjaan anaknya ikut terdampak pandemi virus corona. Sudah dirumahkan dari pekerjaan di pengusaha bordir selama dua bulan terakhir.

“Dari sebelum bulan April stop ke Jakarta, sekarang di rumah saja tidak ada pekerjaan,” katanya ketika disambangi KAPOL.ID, Sabtu (9/5/2020).

Sementara istri sang anak, Yulianti (27) memasuki bulannya melahirkan. Sisa-sisa celengan sudah habis, meskipun menghadapi lahiran sang cucu pasti membutuhkan biaya.

“Makan mah yang ada saja dengan sayur ataupun bala-bala. Mudah-mudahan lahiran mantu lancar, kalau untuk persalinan sudah ada KIS. Mudah-mudahan tidak keluar biaya lain,” katanya.

Ketua RT setempat, Ana Marna hanya bisa berupaya maksimal membantu warganya. Selama masa pandemi ini ada beberapa donatur yang membantu menyambung hidup.

“Ada yang bantu untuk kebutuhan sehari-hari selama ini, sudah didaftarkan bantuan juga untuk terdampak corona. Tapi belum juga turun,” ujarnya.

Ia pun belum mengetahui apakah warganya itu dapat bantuan sosial terdampak covid-19 dari termin pertama 11 Mei nanti. Ataupun termin lainnya yang dijanjikan pemerintah.

“Binggung juga A, mana bukan ini saja yang harus ditolong. Ada satu lagi jompo terkena stroke juga butuh bantuan,” katanya.

Sudah enam bulan, kata dia, Ajidin (90) terkena stroke. Ia hanya terbaring dan segala aktifitasnya dilakukan di kamar belakang rumah.

“Di ke-RT-an saya, kmri didata ada 50 KK yang diusulkan mendapat bantuan. Di luar penerima PKH dan BNPT.”

“Namun belum tahu mana yang bakal mendapatkan bantuan, atau yang tidak. Mudah-mudahan bantuan bisa terealisasi cepat, kasihan warga,” katanya. ***