KASUM Tuntut Presiden RI Tidak Lakukan Kebohongan Janji Politik Terus!

  • Bagikan
Ilustrasi

KAPOL.ID—Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menuntut Presiden RI Joko Widodo untuk tidak melakukan pembohongan publik terus. Karena KASUM menilai sejauh ini Presiden mengabaikan janji politiknya dalam hal menuntaskan kasus pelanggaran HAM.

KASUM menganggap pemerintah memberikan ruang istimewa untuk orang-orang yang diduga kuat sebagai pelaku utama pembunuhan Munir Said Thalib, pada 7 September 2004.

Para pegiat HAM, khususnya KASUM, memiliki keyakinan bahwa Pemerintahan Joko Widodo kurang tegas dalam mengungkap kasus tersebut. Buktinya tidak ada jaminan perlindungan untuk penggiat HAM dalam mendorong kasus Munir sebagai bentuk pelanggaran HAM berat.

KASUM menyelenggarakan konferensi pers bertajuk 17 Tahun Kematian Munir Said Thalib, Selasa (7/9/2021). Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Arif Maulana siaran persnya, yang disiarkan kanal YouTube Jakartanicus.

“Karena kalau kita lihat banyak sekali kasus dari pembela HAM justru tidak selesai dengan baik sebagaimana peristiwa pembunuhan Cak Munir,” kata Arif, sebagaimana dikutip suara.com, media jejaring kapol.id.

Ketidaktegasan pemerintah dalam menangani kasus pelanggaran HAM berat, lanjut Arif, akan membahayakan komunitas atau bahkan individu para pegiat HAM. Karena itulah campur tangan atau tanggung jawab negara sangat penting dalam perlindungan atau jaminan terhadap pembela HAM.

KASUM khawatir jika kasus pembunuhan Munir dibiarkan, maka akan menimbulkan kasus pelanggaran HAM baru yang serupa. Indonesia sebagai negara hukum sudah seharusnya tidak mengabaikan kasus pelanggaran HAM berat tanpa ada penyelesaian.

“Hari ini, tepat 17 tahun kematian Munir, tersisa durasi selama satu tahun bagi para penegak hukum untuk menuntaskan kasus pembunuhan Munir Said Thalib, seorang aktivis HAM, sebelum kasus tersebut dinyatakan kedaluwarsa,” Arif menegaskan.

Reporter: Megi Minati Dwi Putri

Editor: Amin R. Iskandar

  • Bagikan