oleh

Kawasan Bencana Jadi Ajang Selfie, Klaster Covid-19 Diwaspadai

KAPOL.ID – Perhatian warga dari luar kota yang berbondong-bondong mengunjungi kawasan bencana menjadi catatan khusus Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman.

Selain diapresiasi baik, namun dikhawatirkan membuka potensi klaster baru. Ada yang datang untuk membantu, tapi tidak sedikit pula ada yang sekadar memenuhi rasa ingin tahu. Bahkan ada yang cuma berfoto ria.

Helmi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Mengingat penyebaran virus sulit didprediksi.

“Banyak orang yang terkena, padahal yang bersangkutan tidak pernah kemana-mana, terlebih bepergian keluar kota yang dinyatakan zona merah,” katanya.

Helmi menegaskan, sekarang makin banyak orang tanpa gejala (OTG) yang cukup berpotensi menyebarkan virus covid-19 kepada orang lain.

Menurutnya, bagi yang bersangkutan, karena daya tahan tubuhnya kuat tidak apa-apa, tapi bagi orang lain yang pernah kontak tubuh atau ngobrol berdekatan dan kondisi tubuhnya lagi lemah virus itu akan dengan cepat menyebabkan orang tersebut positif.

“Itulah bahayanya virus covid-19. Makanya, pemerintah tidak henti-hentinya, terus mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker, baik saat bepergian atau sedang berada di luar maupun tatkala berada di rumah sekalipun, juga lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun,” katanya.

Bila menyaksikan langsung di lokasi bencana, kata Helmi,masih banyak masyarakat baik pribumi maupun pengunjung yang belum bisa menerapkan adaptasi kebiasan baru sesuai dengan protokol kesehatan, dari mulai mengenakan masker sampai mencuci tangan juga menjaga jarak.

Terlebih katanya, berdasarkan catatan dari tim gugus tugas penanganan covid-19 kemarin, selama tiga hari berturut-turut yaitu pada Kamis, Jumat dan Sabtu di Kabupaten Garut terjadi penambahan kasus positif covid-19 yang sangat tinggi,

Pada hari Kamis (15/10) sejumlah 27 orang, Jumat (16/10) sebanyak 63 orang dan pada Sabtu (17/10) sebanyak 5 orang.

Karena itu ia berharap, kini sosialisasi Adaptasi kebiasaan baru di kawasan bencana atau juga di tempat-tempat keramaian atau kawasan banyak kerumunan orang harus lebih ditingkatkan, dan kita harus senantiasa saling mengingatkan satu sama yang lainnya. [anang kn]

Komentar