Forum Masyarakat Peduli Cisinga juga memafhumi bahwa betul Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sesekali melakukan inspeksi, tetapi secara teknis tidak efektif. Lantaran lokasi inspeksinya di perempatan Cipasung, sehingga para sopir truk memiliki kesempatan untuk menghindar.
“Cobalah kalau sidak jangan di Cipasung. Sidaknya di Cisaruni. Karena saat petugas Sidak di Cipasung, mobil parkir di Cisaruni. Akhirnya menyebabkan kemacetan. Mereka kucing-kucingan tuh dengan petugas,” tandas Arif.
Sikap Dishubkominfo
Menyikapi keluhan dan tuntutan Forum Masyarakat Peduli Cisinga, Kadishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Aam mengaku pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan terkait hal tersebut. Sekalipun demikian, Aam tidak menampik bahwa upayanya belum maksimal, sehingga masih menyisakan persoalan.
“Karena itu tentu kami akan terus meningkatkan kinerja sebagaimana yang masyarakat harapkan,” ujar Aam.
Secara teknis, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dishubkominfo, Ruslan menambahkan bahwa upaya yang Aam maksud antara lain menjalin komunikasi dengan beberapa penambang dan sopir angkutan. Saat itu pula sejumlah imbauan disampaikan.
“Imbauan kami itu antara lain agar menghentikan kendaraan yang mengangkut pasir dan batuan melebihi kapasitas atau tonase, tidak membawa pasir dalam keadaan basah, menitup bak truk dengan terpal. Imbauan ini juga sering kita sampaikan bahkan sampai membuat baligho,” tambah Ruslan.







