oleh

Ketua MUI Garut: Pandemi Bukan Kali Ini Terjadi

KAPOL.ID – Imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 bukan tanpa alasan.

Karena sudah banyak terbukti virus yang mengguncang dunia saat ini sangat membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan jiwa manusia.

“Itu alasannya, masyarakat harus lebih berhati-hati dan menghindari segala bentuk yang membahayakan serta dapat mengancam jiwa. Karena larangan itu pun bukan saja datang dari pemerintah, melainkan dari Allah dan Rosulullah.

Demikian disampaikan Ketua MUI Kabupaten Garut KH. Sirojul Munir saat dimintai pandangan tentang bahaya covid-19 dari sudut agama.

“Masalah ini juga yang akhir-akhir ini seringkali disampaikan MUI Garut kepada masyarakat saat berkunjung ke beberapa kecamatan di Kabupaten Garut, termasuk di antaranya saat memberikan sambutan-sambutan dalam berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat atau lembaga-lembaga,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Munir, wabah atau virus semacam covid-19 sudah ada sejak zaman dahulu kala, dan pada jaman nabi lebih dikenal dengan istilah to’un. Pada waktu itu Nabi Ayub pun merasakan bagaimana dirinya harus hidup menyendiri, mengasingkan diri di hutan yang jauh dari kehidupan manusia karena takut penyakit kulit yang menyerang seluruh tubuhnya bisa menyebar kepada keluarga juga tetangganya.

Demikian halnya waktu Saidina Umar beserta para sahabatnya hendak berkunjung dari Sam ke Madinah. Ditengah perjalanan rombongan Umar disambut oleh para inihong dari Negara Sam dan para inohong tersebut melarang rombongan untuk melanjutkan perjalanan mengingat saat itu di madinah wabah to’un sedang gencar-gencarnya menyerang masyarakat.

Di sanalah Umar beserta sahabat lainnya sempat berdiskusi. Saat dikembalikan pada hadist Rosul yang menyatakan “Manakala di satu daerah ada penyakit yang membahayakan janganlah engkau mendekatinya dan kalau sudah terlanjur masuk janganlah engkau keluar” serta perintah Alloh yang menyatakan “Janganlah menjuruskan diri kalian dalam bahaya” maka Umar dan para sahabatnya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanannya ke Madinah.

“Berdasarkan keterangan itu, manusia yang ada di muka bumi ini wajib mentaatinya, bahkan bagi umat islam baik tua maupun muda wajib aen hukumnya untuk mentaati perintah Alloh dan Rosulnya,” tegas Munir.

Disinggung mengenai pendapat sekelompok orang yang mengatakan bahwa urusan hidup dan mati itu hanyalah kehendak Alloh, Munir berpendapat bahwasanya pendapat tersebut adalah merupakan faham dari pengikut aqidah jabariyah.

Secara harafiah kata Munir, Jabariyah berasal dari kata ja-ba-ra, yang memiliki arti keterpaksaan. Sebuah paham teologi dalam Islam yang meyakini bahwa alur hidup manusia merupakan ketentuan Tuhan yang memiliki kekuasaan mutlak dalam menentukan garis hidup manusia.

Dalam hal ini lanjut Munir, manusia seolah tidak berdaya karena segala tindakan manusia merupakan ketentuan Tuhan. Meskipun paham ini mengajarkan kepasrahan, tetapi sesungguhnya paham ini banyak dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh para penguasa.

Pada aliran ini, kekuasaan Muawiyah pertama mencari legitimasi dari kalangan pemberontak, terutama orang-orang Syi’ah. Ucapan Muawiyah yang cukup terkenal adalah, “Apa yang terjadi pada diriku sudah ditentukan oleh Tuhan.” Paham demikian merupakan paham yang menyebabkan timbulnya banyak orang yang bertindak semena-mena, karena merasakan bahwa segala sesuatu tindakannya merupakan kehendak Allah jua.

Lain halnya lanjut Munir dengan aliran Qadariyah yang berasal dari kata ka-da-ra yang memiliki arti kehendak, sebuah paham teologi yang mengatakan bahwa apa yang terjadi pada diri manusia merupakan kehendak pribadinya masing-masing.

Aliran ini katanya dipegang oleh kalangan Muktazilah yang menempatkan akal pada posisi tertinggi, lebih tinggi dari wahyu. Paham ini menegaskan bahwa Tuhan tidak bertanggung jawab sama sekali terhadap perbuatan manusia karena Tuhan sepenuhnya telah memberikan akal kepada manusia.

“Di sinilah kita sebagai manusia yang diberi akal harus bisa menempatkan atau memilah. Terkait dengan covid-19, mengapa pemerintah mengeluarkan aturan atau protocol kesehatan, sesuai dengan perintah Alloh dan hadist Rosul, karena wabah semacam to’un yang kini tengah menggencarkan dunia ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Makanya, mari kita jauhi agar tidak jadi korban dan taati aturan pemerintah karena sudah sesuai dengan perintah Alloh dan Rosul,” imbuhnya. [anang kn]

Komentar