KAPOL.ID –
Tren penemuan kasus positif terus bertambah sepekan terakhir. Per Selasa 14 April 2020 saja, tercatat 12 pasien secara kumulatif dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Posisi kita ini menuju zona merah, apalagi jika sudah ditemukan transmisi lokal (penularan) di Kota Tasikmalaya,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman seusai menerima bantuan dari sejumlah lembaga, Selasa (14/4/2020).
Pihaknya juga akan memperpanjang tetap di rumah bagi ASN dan pelajar. Sebab tren kasus terus meningkat dan belum mencapai puncak.
“Kita perpanjang, untuk meminimalisir risiko penularan. Kalau puncak berarti ada turun, kita trennya semakin naik dari hari ke hari,” katanya.
Ia juga mengapresiasi mitra pemerintah mulai dari RT, RW dan elemen kelurahan serta kecamatan yang sudah bekerja keras memberikan sosialisasi dan penanganan di wilayahnya masing-masing.
“Jangan dianggap sepele cuci tangan pakai masker, benar tidak benar tidak. Hari ini saja sudah 12 kasus, kita harus disiplin.”
“Kalau PSBB pun kalau karakter tidak berubah itu semakin meningkatkan risiko penularan dan bisa menjadi zona merah,” ujar Budi.
“Kalau kita disiplin, dampak corona ini bisa cepat berlalu. Sekarang ekonomi, sosial, pembangunan sampai kegiatan keagamaan tidak berjalan. Bisa hancur kalau terus-terusan seperti ini,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi masih menunggu informasi kebijakan tetap di rumah bagi pelajar.
“Kalau ASN dari Kemenpan sudah ada, untuk pelajar perpanjangan ini apakah 14 hari atau ada kebijakan lain. Kita juga masih menunggu,” katanya. ***












