BISNISWISATA

Kunjungan Tembus 389 Ribu Orang, PHRI Pangandaran Dorong Pembentukan Badan Promosi Pariwisata

×

Kunjungan Tembus 389 Ribu Orang, PHRI Pangandaran Dorong Pembentukan Badan Promosi Pariwisata

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pergerakan wisatawan ke kawasan objek wisata Pangandaran selama periode libur Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 07.00 WIB, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 389.908 orang sejak 21 Maret 2026.

Ketua DPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menyampaikan bahwa angka tersebut diperoleh dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran dan mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berlibur ke kawasan pesisir selatan Jawa Barat tersebut.

“Sampai tadi pagi, dari tanggal 21 sampai hari ini pukul 07.00 WIB, jumlah kunjungan wisatawan ke Pangandaran mencapai 389.908 orang. Ini data yang kami dapatkan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tingkat hunian atau okupansi hotel di kawasan Pangandaran juga mengalami kenaikan signifikan. Agus menjelaskan, tren okupansi mulai bergerak naik sejak awal periode libur dan mencapai puncaknya pada H+1 dan H+2 Lebaran.

“Okupansi di kami mulai bergerak naik dari tanggal 21, kemudian puncaknya terjadi di H+1 dan H+2 Lebaran. Itu terlihat cukup signifikan karena memang arus kunjungan wisatawan sedang tinggi-tingginya,” jelasnya.

Namun demikian, setelah melewati puncak arus libur, tingkat hunian hotel mulai mengalami penurunan. Agus menyebutkan bahwa pada Rabu dan Kamis, okupansi berada di kisaran 70 persen.

Penurunan ini dipengaruhi oleh mulai normalnya aktivitas perkantoran serta banyaknya wisatawan yang telah mengakhiri masa liburannya.

“Memasuki hari Rabu dan Kamis, okupansi turun ke posisi sekitar 70 persen. Hal ini karena perkantoran sudah mulai aktif kembali, dan banyak wisatawan yang melakukan check-out sejak Selasa sore,” katanya.

Meski terjadi penurunan, pihaknya tetap optimistis bahwa tingkat hunian akan kembali meningkat pada akhir pekan. Momentum libur akhir pekan dinilai masih menjadi peluang untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

“Kami berharap okupansi bisa naik kembali. Biasanya di akhir pekan ada peningkatan kunjungan, sehingga wisata Pangandaran tetap bergairah. Kami cukup optimistis weekend ini akan kembali ramai,” ujar Agus.

Dari sisi ekonomi, tingginya jumlah kunjungan wisatawan turut memberikan dampak terhadap perputaran uang di sektor pariwisata.

Agus memperkirakan nilai transaksi yang terjadi selama periode tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Kalau kita hitung secara sederhana, misalnya satu orang mengeluarkan sekitar Rp20 ribu saja, dengan jumlah kunjungan sekitar 350 ribu orang, maka perputaran uang bisa berada di kisaran Rp6 sampai Rp7 miliar. Itu gambaran minimal dari dampak ekonomi yang terjadi,” ungkapnya.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Agus menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian ke depan, terutama dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas pariwisata Pangandaran. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkuat promosi wisata secara lebih intensif dan terarah.

“Saya kira ke depan Pemda Pangandaran harus lebih intensif lagi dalam melakukan promosi. Pangandaran ini punya potensi besar sebagai daerah tujuan wisata, sehingga perlu didorong dengan strategi promosi yang lebih kuat,” katanya.

Selain promosi, Agus juga menyoroti pentingnya pengelolaan destinasi saat musim ramai atau high season. Menurutnya, kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama agar mereka mendapatkan pengalaman berlibur yang positif.

“Perlu dibuat skema yang baik bagaimana saat high season, pengunjung tetap merasa nyaman berada di objek wisata Pangandaran. Jangan sampai mereka pulang dengan kesan bahwa Pangandaran tidak nyaman saat ramai. Ini penting untuk menjaga citra destinasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus juga mendorong pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) di Kabupaten Pangandaran. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut akan sangat strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

“Saya kira perlu dibentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Pangandaran. Karena sampai saat ini, dengan status kita sebagai kabupaten pariwisata, peran lembaga seperti itu sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan promosi dan pengembangan destinasi,” pungkasnya

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Agus berharap Pangandaran dapat terus berkembang sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan berkesan bagi para pengunjung.***