KABAR POLISI

Kupas Lingkaran Setan Judol dan Pinjol, Kapolda Jabar Ketuk Hati Warga Lewat Jalur Seni

×

Kupas Lingkaran Setan Judol dan Pinjol, Kapolda Jabar Ketuk Hati Warga Lewat Jalur Seni

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
Polda Jawa Barat terus memutar otak untuk memberantas maraknya praktik judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kian meresahkan. Tak melulu soal gedor pintu sel tahanan, Polri kini mencoba mengetuk hati masyarakat lewat jalur seni.

​Langkah segar tersebut dibuktikan dengan dukungan penuh terhadap produksi film berjudul “Menang Untuk Kalah”. Sebuah karya sinema garapan Para Films yang memotret langsung realitas kelam serta dampak sosial akibat judol dan pinjol ilegal di tengah masyarakat.

​Kapolda Jawa Barat, Komjen. Pol. Rudi Setiawan menegaskan, perang melawan judol dan pinjol tidak akan pernah tuntas jika polisi hanya mengandalkan jalur penegakan hukum atau penangkapan semata. Menurut jenderal bintang tiga ini, benteng pertahanan paling kokoh justru ada pada edukasi dan kesadaran masyarakat itu sendiri.

​“Judi online ini bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya sudah sangat mengkhawatirkan karena masuk ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kapolda Jabar, Jumat (3/7/2026).

​Komjen Pol Rudi membeberkan, trik licik judol biasanya sengaja memberi angin segar berupa kemenangan di awal permainan. Tujuannya jelas, untuk memancing rasa penasaran dan menjebak psikologis korban.

​“Namun pada akhirnya, aktivitas tersebut justru berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan pelakunya,” ucapnya.

​Lebih jauh, Kapolda juga menyoroti fenomena ‘lingkaran setan’ yang mengawinkan antara judi online dengan pinjol ilegal. Berdasarkan data yang dikantongi Polda Jabar, tidak sedikit masyarakat yang nekat berburu pinjol ilegal demi menutupi kekalahan judol.

​“Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang pasti memiliki keinginan. Ketika ingin memenuhi keinginan itu dengan cara instan, sebagian orang menganggap judi online sebagai solusi. Saat mengalami kekalahan, mereka kemudian beralih ke pinjaman online. Akhirnya terjebak dalam lingkaran yang semakin sulit keluar,” ujarnya

​Kondisi miris ini bukan isapan jempol semata. Polda Jabar mencatat, rentetan konflik sosial yang belakangan ditangani kepolisian, akarnya banyak yang bermuara dari urusan judol dan pinjol ilegal. Berangkat dari rapor merah itulah, polisi memperkuat langkah preventif dengan menggandeng para insan seni.

​Rudi berharap, lewat visualisasi film “Menang Untuk Kalah”, pesan-pesan edukasi bisa lebih renyah dicerna dan menyentuh emosi masyarakat luas. Warga didorong untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi dan cerdas memilah mana kebutuhan primer, mana keinginan semu.

​“Kami berharap film ini dapat ditonton oleh masyarakat luas. Sehingga mampu meningkatkan kesadaran publik sekaligus menjadi bagian dari upaya kita bersama menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat,” pungkasnya. ***